Jumat, 25 September 2026

Perkuat Koordinasi dan Kolaborasi, Sesmenko Kumham Imipas Hadiri Forses 2026

Jakarta, 25 September 2026 — Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Sesmenko Kumham Imipas), R. Andika Dwi Prasetya, menghadiri Forum Sekretaris Kementerian Lembaga (Forses) di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Jumat (25/9).

Mengusung tema “Forses Bersinergi dan Berdampak untuk Indonesia Maju”, forum tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi, komunikasi, sinergi, dan kolaborasi antarpimpinan sekretariat kementerian/lembaga dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum tersebut. Menurutnya, para sekretaris di kementerian/lembaga memiliki peran yang sangat sentral dan strategis dalam memastikan roda organisasi serta pelayanan pemerintahan berjalan secara optimal.

“Para sekretaris di kementerian dan lembaga memiliki peran yang sangat sentral dan strategis. Karena itu, forum seperti ini penting untuk saling berbagi pengalaman, praktik baik, maupun strategi dalam memberikan pelayanan,” ujar Brian.

Ia menekankan, pertukaran pengalaman dan praktik baik antarkementerian/lembaga dapat menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan.

Upaya tersebut diharapkan mampu menghadirkan proses pelayanan yang semakin cepat, akuntabel, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat.

“Melalui forum ini kita dapat saling sharing, berbagi praktik-praktik baik, serta strategi bagaimana memberikan proses pelayanan yang cepat, akuntabel, dan memudahkan,” lanjutnya.

Kegiatan Forses 2026 juga diisi dengan jalan sehat bersama yang mengitari kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Aktivitas tersebut menjadi sarana menjaga kebugaran sekaligus mempererat silaturahmi dan komunikasi antarpimpinan sekretariat kementerian/lembaga.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Badri Munir Sukoco, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kehadiran para Sekjen, Sesmen, dan Sestama kementerian/lembaga.

Ia berharap Forses dapat menjadi ruang komunikasi yang semakin terbuka sekaligus memperluas peluang kolaborasi lintas kementerian/lembaga.

“Terima kasih dan apresiasi atas kehadiran seluruh Sekjen, Sesmen, dan Sestama. Kami berharap forum ini semakin memperkuat komunikasi, membuka ruang kolaborasi, dan menghasilkan dampak,” ujar Badri.

Sementara itu, Ketua Forses sekaligus Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Cris Kuntadi, menegaskan bahwa sinergi dan kolaborasi menjadi hal penting mengingat besarnya tugas dan tanggung jawab yang diemban setiap kementerian/lembaga.

“Luar biasa, kegiatan ini diawali dengan jalan pagi. Selanjutnya kita melakukan olahraga dan sehat bersama. Kita semua memiliki tugas yang besar di kementerian/lembaga masing-masing. Karena itu, harus ada sesuatu yang berdampak, sesuai dengan tema kegiatan hari ini,” kata Cris.

Cris juga menekankan bahwa Forses tidak dibentuk sekadar sebagai wadah untuk berkumpul. Forum tersebut memiliki fungsi strategis sebagai ruang untuk membangun keterhubungan, memperkuat komunikasi, dan mendorong sinergi yang berkelanjutan antarkementerian/lembaga.

“Pembentukan forum ini bukan hanya untuk kumpul-kumpul. Kita harus saling terhubung dan terus membangun sinergi,” tegasnya.

Menurutnya, komunikasi dan kolaborasi yang terbangun melalui Forses diharapkan dapat menghasilkan berbagai praktik baik yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas masing-masing kementerian/lembaga. “Mari kita manfaatkan forum ini untuk terus bersinergi,” pungkas Cris.

R. Andika Dwi Prasetya menilai keberadaan Forses memiliki arti penting dalam membangun keterhubungan antarkementerian/lembaga. Menurutnya, tantangan penyelenggaraan pemerintahan membutuhkan koordinasi yang kuat sehingga setiap kementerian/lembaga dapat saling mendukung dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Forses ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antarkementerian/lembaga,” ujar Andika.

Melalui forum tersebut, sinergi antarkementerian/lembaga diharapkan tidak berhenti pada komunikasi dan pertukaran gagasan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kolaborasi nyata serta perbaikan kualitas tata kelola dan pelayanan pemerintahan yang cepat, akuntabel, dan berdampak bagi masyarakat.