Kamis, 09 Juli 2026

Kawasan Industri Indonesia Tawarkan Kemudahan Berinvestasi bagi Pelaku Industri Eurasia

Investor dari kawasan Eurasia kini dapat melihat langsung berbagai lokasi investasi siap bangun yang ditawarkan Indonesia melalui partisipasinya sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 yang berlangsung pada 6–9 Juli 2026 di Ekaterinburg, Rusia.

Dalam pameran industri terbesar di kawasan Eurasia tersebut, Indonesia menghadirkan lima pengelola Kawasan Industri (KI) dengan berbagai keunggulan, mulai dari infrastruktur terintegrasi, insentif yang kompetitif, hingga konektivitas logistik yang mendukung kegiatan manufaktur.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, keikutsertaan Indonesia menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas kerja sama industri sekaligus mendukung Asta Cita melalui penguatan industrialisasi, hilirisasi, dan penciptaan lapangan kerja.

“Kami ingin investor Eurasia melihat bahwa Indonesia bukan hanya pasar yang besar, tetapi juga mitra produksi yang siap tumbuh bersama. Kami menghadirkan lokasi investasi yang telah didukung infrastruktur, regulasi, dan layanan yang semakin kompetitif sehingga perusahaan dapat segera membangun basis produksinya di Indonesia," ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (9/7).

Menperin menegaskan, pengembangan kawasan industri merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat pemerataan industrialisasi sekaligus memperkuat daya saing manufaktur nasional. Menurutnya, kawasan industri tidak hanya menyediakan lokasi bagi perusahaan untuk beroperasi, tetapi juga mengakselerasi tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja, mendukung hilirisasi, dan meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Kesiapan Indonesia menawarkan kawasan industri yang kompetitif juga tercermin dari kinerja sektor ini yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hingga triwulan II 2026, Indonesia memiliki 180 kawasan industri yang menampung hampir 12 ribu tenan. Sepanjang tahun lalu, kawasan tersebut berhasil menarik investasi sebesar Rp6.744,58 triliun atau tumbuh 9,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menyerap sekitar 2,35 juta tenaga kerja.

Bagi investor, kawasan industri saat ini tidak lagi sekadar menyediakan lahan, tetapi juga menawarkan kemudahan memulai usaha melalui infrastruktur, layanan, dan perizinan yang semakin terintegrasi. Karena itu, INNOPROM 2026 dimanfaatkan sebagai ruang untuk mempertemukan calon investor dengan para pengelola kawasan secara langsung.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Tri Supondy mengatakan, keikutsertaan lima pengelola kawasan industri pada INNOPROM 2026 bertujuan mempercepat terjalinnya komunikasi bisnis dengan calon investor dari kawasan Eurasia.

"Kami ingin mempermudah investor memperoleh informasi yang mereka butuhkan. Di INNOPROM, mereka dapat berdiskusi langsung dengan pengelola kawasan industri, memahami fasilitas yang tersedia, mengenal berbagai skema insentif, hingga menjajaki peluang kerja sama sesuai kebutuhan usahanya. Harapannya, pertemuan di pameran ini dapat berlanjut menjadi investasi yang terealisasi di Indonesia," katanya.

Lima pengelola kawasan industri sebagai co-exhibitor di INNOPROM mewakili beragam keunggulan kawasan industri Indonesia, mulai dari kawasan ekonomi khusus (KEK), kawasan yang terintegrasi dengan pelabuhan internasional, hingga kawasan yang telah menjadi tujuan investasi berbagai perusahaan manufaktur global.

Co-exhibitor tersebut terdiri atas KI Wiraraja Indonesia/PT Galang Bumi Industri, PT Kawasan Industri Terpadu Batang (Persero) selaku pengelola KEK Industropolis Batang, Bintan Industrial Estate, Kendal Industrial Park, serta Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI).

Executive Director PT Kawasan Industri Terpadu Batang (Persero), Juliani Sari Kusumaningrum, menilai investor saat ini tidak hanya mencari lahan untuk membangun pabrik, tetapi juga mempertimbangkan kesiapan fasilitas pendukung yang memungkinkan kegiatan usaha dapat segera berjalan.

"Di kawasan kami, investor tidak perlu memulai semuanya dari nol. Lahan siap bangun, jaringan utilitas, insentif fiskal melalui skema Kawasan Ekonomi Khusus, hingga akses logistik yang terhubung langsung dengan pelabuhan internasional telah tersedia. Dengan demikian, perusahaan dapat lebih fokus mempercepat operasional dan pengembangan bisnisnya," ujarnya.

Keikutsertaan lima pengelola kawasan industri tersebut diharapkan membuka lebih banyak peluang pertemuan bisnis dengan calon investor dari kawasan Eurasia selama penyelenggaraan INNOPROM 2026. Melalui partisipasi ini, Kementerian Perindustrian berharap semakin banyak investasi yang terealisasi sehingga mampu memperkuat industri nasional, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

Rabu, 08 Juli 2026

Menteri ESDM Dampingi Presiden Prabowo Terima Kunjungan PM Modi

Di tengah penguatan hubungan strategis Indonesia dan India, kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Istana Merdeka, Jakarta, menjadi sorotan penting bagi arah kerja sama kedua negara, terutama di sektor energi dan sumber daya mineral. Didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima PM Modi dalam agenda kenegaraan yang tidak hanya menegaskan eratnya hubungan diplomatik kedua negara, tetapi juga membuka ruang perluasan kerja sama di sektor minyak dan gas bumi, batu bara, investasi, serta ketahanan energi.


Selama berada di Indonesia, PM Modi dijadwalkan menjalani rangkaian agenda kenegaraan bersama Presiden Prabowo, termasuk pertemuan bilateral dan pembahasan berbagai peluang kerja sama strategis yang menjadi kepentingan bersama. Kunjungan kenegaraan ini menjadi momentum penting untuk semakin memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan India di berbagai bidang, termasuk energi dan sumber daya mineral.


"Hubungan kerja sama bilateral antara Pemerintah Indonesia dan India sudah lama terjalin dengan baik dan kita berkomitmen untuk meningkatkannya lebih baik. Kita akan wujudkan itu," ujar Bahlil saat ditemui media usai pertemuan bilateral di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/7).


Bahlil menyampaikan, dalam pertemuan tersebut kedua negara menyatakan niat untuk meningkatkan kerja sama di sektor minyak dan gas bumi. Kerja sama ini diharapkan dapat melengkapi hubungan yang selama ini telah terjalin di sektor energi dan sumber daya mineral.


"Oh ya, kalau kerja sama sama India itu, beberapa perpanjangan yang mereka menyatakan keinginannya untuk masuk ke sektor oil and gas," tutur Bahlil.


Kunjungan PM Modi ke Indonesia memiliki makna historis sebagai kunjungan kedua kalinya PM Narendra Modi ke Indonesia setelah lawatannya pada tahun 2018. Sejak menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1951, Indonesia dan India terus membangun kemitraan yang semakin erat sebagai dua negara demokrasi besar di Asia. Kerja sama kedua negara mencakup perdagangan, investasi, pertahanan, keamanan maritim, energi, teknologi, pendidikan, hingga hubungan antarmasyarakat.


"Perdana Menteri, terima kasih atas kunjungan ini. Kita memiliki ikatan yang telah terjalin sejak ribuan tahun lalu, sehingga kami sangat menghargai persahabatan antara Indonesia dan India," ucap Presiden Prabowo.


Melalui kunjungan kenegaraan ini, Indonesia dan India menegaskan komitmen untuk terus memperluas kerja sama strategis yang memberikan manfaat bagi kedua negara. Kolaborasi di sektor energi dan sumber daya mineral diharapkan dapat menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan energi, mendorong investasi, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia dan India di masa mendatang. 

Selasa, 07 Juli 2026

Menkeu Sampaikan Realisasi APBN Semester I 2026 Tetap Sehat

Jakarta, 7/7/2026 Kemenkeu – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kinerja APBN Semester I 2026 tetap sehat dan terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global. Hingga akhir Juni 2026, pendapatan negara mencatat pertumbuhan yang kuat, didukung meningkatnya penerimaan pajak, kepabeanan dan cukai, serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP). 

“Secara keseluruhan, capaian semester I menunjukkan bahwa momentum penerimaan negara berada pada jalur yang positif,” Ungkap Menteri Keuangan saat menghadiri rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Selasa (07/07), di Jakarta.

Dari sisi belanja, Menkeu menjelaskan bahwa hingga Semester I 2026, belanja pemerintah pusat terealisasi sebesar Rp1.298,6 triliun atau meningkat 29,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Belanja negara tersebut difokuskan untuk mendukung berbagai program prioritas nasional, seperti pelaksanaan MBG, penyaluran bantuan sosial seperti bantuan Iuran Jaminan Kesehatan untuk masyarakat tidak mampu, penyaluran Kartu Sembako, Program Keluarga Harapan, penyaluran Kartu Indonesia Pintar Kuliah, serta pembayaran gaji aparatur termasuk THR dan gaji ke 13. Sementara itu, transfer ke daerah telah mencapai Rp357,4 triliun atau 51,6 persen dari pagu APBN, menjadi realisasi tertinggi dalam lima tahun terakhir.

APBN juga tetap menjalankan fungsinya sebagai shock absorber melalui kebijakan fiskal yang menjaga stabilitas ekonomi, termasuk mempertahankan harga BBM bersubsidi untuk melindungi daya beli masyarakat. Pemerintah juga terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah agar belanja negara semakin efektif mendukung pembangunan.

“Peningkatan realisasi belanja pemerintah pusat pada tahun 2026 ini menjadi katalisator untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di semester pertama tahun 2026,” ungkapnya. 

Adapun defisit APBN tercatat sebesar Rp734,3 triliun atau dengan persentase terkendali sebesar 2,85% terhadap PDB.

Dengan begitu, Menkeu menegaskan akan terus menjaga kesehatan APBN, meningkatkan kualitas belanja, serta mengoptimalkan penerimaan negara tanpa menaikkan tarif pajak. 

“APBN 2026 bekerja keras mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan mendukung agenda prioritas pembangunan nasional dengan tetap menjaga tata kelola keuangan yang sehat, kredibel, dan akuntabel, “ tutupnya

Senin, 06 Juli 2026

KELANA Buktikan Anak Muda Bisa Jadi Penggerak Aksi Lingkungan

Kepedulian terhadap lingkungan tidak lahir begitu saja. Ia tumbuh dari pengalaman, dari melihat langsung persoalan di lapangan, hingga memahami bagaimana berbagai pihak berupaya menjaga bumi. Berangkat dari semangat itulah Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menghadirkan KELANA (Kenali Lingkungan Bareng Anak Muda), sebuah ruang belajar yang mengajak generasi muda tidak hanya mengenal isu lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi.

Semangat tersebut kembali terasa dalam Premiere dan Live Talks KELANA Episode 2. Kegiatan ini menjadi ajang berbagi cerita para peserta setelah mengikuti perjalanan mengenal praktik pengelolaan lingkungan di sektor minyak dan gas. Bagi mereka, KELANA bukan sekadar perjalanan atau kunjungan lapangan, melainkan pengalaman yang mengubah cara pandang tentang hubungan antara pembangunan, industri, dan kelestarian lingkungan.

"Kami ingin pembelajaran ini tidak berhenti pada teman-teman peserta saja. Semakin banyak ilmu yang disebarluaskan, semakin besar manfaatnya. Harapannya, generasi KELANA dapat menjadi agen yang mengajak teman-teman sebayanya lebih peduli terhadap lingkungan," ujar Koordinator Pokja Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Biro Hubungan Masyarakat KLH/BPLH, Romi Setiawan.

Pada Episode 2, peserta mengunjungi PT Pertamina Gas Negara (PGN) Pagardewa untuk melihat secara langsung bagaimana pengelolaan lingkungan diterapkan di sektor migas. Mereka belajar mengenai pengelolaan limbah, penerapan prinsip keberlanjutan, hingga program pemberdayaan masyarakat yang berjalan berdampingan dengan kegiatan operasional perusahaan.

Pengalaman itu meninggalkan kesan tersendiri bagi Zaskia, salah satu peserta KELANA. "Selama di PGN Pagardewa, saya melihat bagaimana mereka mengelola limbah sendiri sehingga limbah yang tersisa benar-benar diminimalkan. Saya juga baru tahu bahwa perusahaan turut memberdayakan masyarakat melalui berbagai kegiatan ekonomi. Pengalaman ini mengubah cara pandang saya terhadap industri migas," tutur Zaskia.

Bagi KLH/BPLH, KELANA bukan sekadar program kunjungan lapangan. Program ini dirancang sebagai ruang tumbuh bagi generasi muda agar mampu memahami isu lingkungan dari berbagai sudut pandang, membangun kepedulian, sekaligus menjadi penyambung pesan kepada masyarakat melalui karya dan konten yang mereka buat sendiri.

Ke depan, KELANA akan terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan, mulai dari kunjungan lapangan, diskusi publik, goes to school, hingga road to campus. Harapannya, semakin banyak anak muda yang tidak hanya mengenal lingkungan, tetapi juga tergerak untuk mengambil peran dalam menjaga kelestariannya.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, KLH/BPLH meluncurkan KELANA Challenge: Spill Insight KELANA Episode 2 yang berlangsung sepanjang Juli 2026. Melalui tantangan ini, peserta dan masyarakat diajak membagikan pengalaman, wawasan, serta aksi nyata yang terinspirasi dari KELANA. Sebab, mengenal lingkungan hanyalah langkah awal, perubahan akan lahir ketika semakin banyak anak muda memilih untuk ikut bergerak menjaganya.

Jumat, 03 Juli 2026

Menhan Tinjau Yonif TP 937/Satria Kalijaga, Tekankan Profesionalisme dan Pengabdian kepada Rakyat

Demak – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan kunjungan kerja ke Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 937/Satria Kalijaga, di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (3/7/2026). Kunjungan dilakukan untuk melihat secara langsung semangat serta kerja keras para prajurit muda yang tengah mempersiapkan diri menempati pangkalan baru.

Dalam sambutannya, Menhan menekankan pentingnya menjaga semangat pengabdian, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat kedekatan dengan rakyat sebagai jati diri prajurit TNI.

Kepada para prajurit, Menhan mengingatkan bahwa Demak memiliki nilai sejarah dan religius yang tinggi. Oleh sebab itu, prajurit diminta untuk senantiasa menghormati masyarakat setempat.

Menhan menegaskan bahwa setiap prajurit TNI Angkatan Darat merupakan tentara rakyat. Seluruh perlengkapan yang digunakan berasal dari negara yang dibiayai oleh rakyat. Karena itu, prajurit memiliki kewajiban untuk membalas kepercayaan tersebut melalui pengabdian yang tulus dalam melindungi dan membela kepentingan rakyat serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain profesionalisme, Menhan mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di lingkungan TNI. Para prajurit berasal dari berbagai suku, agama, dan latar belakang, namun setelah menjadi prajurit TNI, seluruhnya bersatu sebagai prajurit bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika.

Mengakhiri arahannya, Menhan berpesan agar seluruh prajurit senantiasa memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan mengamalkan Delapan Wajib TNI dalam setiap pelaksanaan tugas. Menhan juga menekankan pentingnya disiplin, kekompakan, loyalitas kepada pimpinan, serta menghindari segala bentuk perselisihan dengan sesama aparat maupun masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Menhan didampingi Wakil Panglima TNI, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Kabaloghan Kemhan

Kamis, 02 Juli 2026

Kinerja Nonmigas Kokoh, Neraca Perdagangan Indonesia Januari–Mei 2026 Catatkan Surplus USD 4,03 Miliar

Jakarta, 2 Juli 2026 – Kinerja perdagangan luar negeri Indonesia tetap menunjukkan ketahanan pada lima bulan pertama 2026. Meskipun neraca perdagangan Mei 2026 mencatatkan defisit sebesar USD 1,61 miliar akibat peningkatan defisit sektor migas, secara kumulatif periode Januari–Mei 2026 Indonesia masih membukukan surplus sebesar USD 4,03 miliar. Surplus tersebut ditopang oleh surplus perdagangan nonmigas sebesar USD 16,31 miliar yang mampu mengimbangi defisit migas sebesar USD 12,28 miliar.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan, kinerja perdagangan nonmigas masih menjadi fondasi utama perdagangan luar negeri Indonesia. "Meskipun neraca perdagangan Mei 2026 defisit, namun secara kumulatif, kinerja perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus. Ini membuktikan kinerja perdagangan nonmigas Indonesia masih tetap kokoh di tengah tantangan global," ujar Mendag Busan.

Pada Mei 2026, defisit perdagangan terutama dipengaruhi meningkatnya defisit sektor migas yang mencapai USD 3,76 miliar. Defisit tersebut berasal dari hasil minyak sebesar USD 3,40 miliar dan minyak mentah sebesar USD 0,70 miliar, sementara perdagangan gas alam masih mencatatkan surplus USD 0,35 miliar.

Di tengah tekanan pada sektor migas, perdagangan nonmigas tetap membukukan surplus USD 2,15 miliar pada Mei 2026. Tiga komoditas penyumbang surplus terbesar adalah bahan bakar mineral (HS 27) senilai USD 2,54 miliar, lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) sebesar USD 2,21 miliar, serta besi dan baja (HS 72) sebesar USD 1,38 miliar.

Secara kumulatif Januari–Mei 2026, surplus nonmigas terutama disumbang oleh komoditas lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) senilai USD 13,92 miliar, bahan bakar mineral (HS 27) sebesar USD 10,88 miliar, dan besi serta baja (HS 72) sebesar USD 7,09 miliar. Dari sisi mitra dagang, Amerika Serikat menjadi penyumbang surplus nonmigas terbesar dengan nilai USD 8,47 miliar, diikuti India sebesar USD 5,34 miliar, dan Filipina sebesar USD 3,42 miliar.

Impor Barang Modal Tumbuh Seiring Peningkatan Aktivitas Produksi

Pada Mei 2026, nilai impor Indonesia tercatat sebesar USD 24,81 miliar, turun 1,59 persen dibandingkan April 2026 (MtM), namun meningkat 22,16 persen dibandingkan Mei 2025 (YoY). Penurunan bulanan terjadi seiring melemahnya impor migas maupun nonmigas.

Mendag Busan menjelaskan, pelemahan impor pada Mei 2026 terutama berasal dari penurunan impor barang konsumsi sebesar 8,42 persen dan bahan baku/penolong sebesar 5,72 persen dibandingkan bulan sebelumnya (MtM). Sebaliknya, impor barang modal meningkat signifikan sebesar 21,12 persen (MtM).

"Kenaikan impor barang modal mencerminkan menguatnya aktivitas investasi dan kapasitas produksi nasional. Hal ini diharapkan dapat mendukung peningkatan daya saing industri serta ekspor Indonesia ke depan," ujar Mendag Busan.

Selama Januari–Mei 2026, nilai impor Indonesia mencapai USD 111,33 miliar atau tumbuh 15,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (CtC). Kenaikan tersebut ditopang impor migas sebesar 27,89 persen dan nonmigas sebesar 13,16 persen (CtC).

Berdasarkan golongan penggunaan barang (BEC), seluruh komponen impor mengalami pertumbuhan, yakni barang modal sebesar 17,53 persen, barang konsumsi 17,05 persen, dan bahan baku/penolong 14,41 persen (CtC). 

Sementara berdasarkan komoditas, peningkatan impor nonmigas tertinggi terjadi pada kendaraan udara dan bagiannya (HS 88) yang melonjak 808,56 persen, diikuti garam, belerang, batu dan semen (HS 25) sebesar 73,94 persen, bijih logam, terak dan abu (HS 26) sebesar 58,63 persen, bahan bakar mineral (HS 27) sebesar 40,48 persen, serta berbagai produk kimia (HS 38) sebesar 34,94 persen (CtC).

Dari sisi negara asal, impor nonmigas Indonesia masih didominasi Tiongkok, Jepang, dan Australia dengan kontribusi gabungan mencapai 52,68 persen. Sementara itu, pertumbuhan impor nonmigas tertinggi berasal dari Meksiko yang meningkat 247,36 persen, Perancis 193,63 persen, dan Spanyol 88,33 persen (CtC).

Rabu, 01 Juli 2026

Hari Bhayangkara ke-80, Polri Tegaskan Komitmen Pengabdian melalui Tema “Polri untuk Masyarakat”

Bogor – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Satlat Korbrimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7). Mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, peringatan tahun ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, pengayoman, dan penegakan hukum yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, usia ke-80 bukan sekadar perjalanan waktu bagi institusi Polri, tetapi merupakan perjalanan panjang pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Hari Bhayangkara ke-80 memiliki makna yang sangat penting. Delapan puluh tahun bukan sekadar perjalanan usia sebuah institusi, tetapi merupakan perjalanan panjang pengabdian Polri kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Momentum ini menjadi refleksi untuk memperteguh semangat dan komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum yang berkeadilan,” ujar Johnny.

Menurutnya, melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polri terus memperkuat transformasi menuju institusi kepolisian yang modern, profesional, transparan, dan semakin dipercaya masyarakat.

Johnny menegaskan bahwa tema “Polri untuk Masyarakat” dipilih karena masyarakat merupakan kekuatan utama Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Tema ‘Polri untuk Masyarakat’ sangat relevan karena kami menyadari bahwa kekuatan sejati Polri adalah masyarakat. Oleh karena itu, orientasi kepada masyarakat menjadi komitmen dalam setiap pelaksanaan tugas, baik pelayanan publik, perlindungan, pengayoman, maupun penegakan hukum yang berkeadilan,” katanya.

Ia menambahkan, Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus menghadirkan Polri yang semakin profesional, humanis, dan adaptif dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta tantangan keamanan yang terus berkembang.