Jakarta, 10 Agustus 2012 – IBM
hari ini mengumumkan kerjasama dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta
untuk membantu dunia pendidikan dan membuka akses terhadap teknologi
informasi bagi anak – anak tingkat pendidikan dasar di Propinsi DKI
Jakarta. Kerjasama ini dibuka secara langsung oleh Gubernur DKI
Jakarta, Bpk Fauzi Bowo.
Wujud nyata dari komitmen IBM membantu dunia
pendidikan di Jakarta adalah melalui bantuan teknologi edukatif
KidSmart terhadap 500 Sekolah Dasar, pelatihan bagi guru – guru serta
mengadakan lokakarya tentang Anti Cyber Bullying
di DKI Jakarta. Tujuan dari keseluruhan kegiatan ini adalah agar anak –
anak di Jakarta dan sekitarnya mendapatkan kesempatan maju terutama
dalam mengembangkan kemampuan dasar bidang Teknologi Informasi dan
Bahasa Inggris serta langkah awal untuk mengurangi Cyber Bullying di Indonesia.
Dua program kemampuan dasar dalam Kidsmart berupa
Teknologi Informasi dan Bahasa Inggris merupakan program pemerintah
dalam menggalakan kurikulum sekolah bertaraf internasional. Selain itu,
memberikan pengertian tentang berbagai potensi kejahatan di dunia maya
juga menjadi salah satu agenda pelatihan yang diberikan kepada 500 guru
Sekolah Dasar di Jakarta.
”IBM mendedikasikan keahlian dan sumber daya
teknisnya untuk mengatasi berbagai masalah pelik yang dihadapi sekolah
– sekolah umum,” tutur Suryo Suwignjo, Presiden Direktur, IBM Indonesia.
”Sebagai wujud nyata komitmen IBM kepada dunia pendidikan di Indonesia,
IBM hadir secara khusus di Jakarta secara sukarela berbagai keahlian
dan menyajikan pelatihan bagi para pengajar dan anak-anak sekolah dasar
untuk mempersiapkan mereka memasuki abad ke-21,” Suryo menambahkan.
Sejak tahun 2002, IBM telah melakukan kerjasama
dengan Departemen Pendidikan Nasional dalam membuka kesempatan bagi
anak – anak usia dini untuk lebih mengenal teknologi, salah satunya
melalui program KidSmart Early Learning Program. Lebih dari 30,000
pelajar, serta sekitar 6000 guru baik dari sekolah negeri, sekolah
swasta, sekolah umum, maupun sekolah luar biasa termasuk sekolah
inklusi telah berpartisipasi dalam program ini.
Tentang IBM
Untuk informasi lebih lanjut tentang Program IBM KidSmart, silakan kunjungi www.ibm.com/ibm/ibmgives
Rabu, 22 Agustus 2012
Rabu, 08 Agustus 2012
IBM Menyediakan Solusi-solusi TI untuk Industri Keuangan
Mengambil keputusan keuangan yang lebih pintar dengan Analitik
Jakarta, 08 Agustus 2012 - IBM (NYSE: IBM)
hari ini menyelenggarakan IBM Finance Forum 2012 untuk membantu para
profesional keuangan mengatasi tantangan dalam mengukur performa bisnis,
menyediakan input untuk strategi perusahaan, mendorong penghematan
biaya di tingkat perusahaan dan mengelola resiko.
Saat ini ada desakan untuk meraih visibilitas, wawasan dan kendali yang lebih tinggi untuk mewujudkan stabilitas keuangan perusahaan. Untuk memenuhi tuntutan-tuntutan ini, perusahaan harus lebih berfokus pada pelaporan yang komprehensif, pembuatan model skenario, pengoptimalisasian, serta perencanaan dan peramalan yang lebih efektif. Bagian keuangan harus dapat mewujudkan sebuah perusahaan yang lebih pintar melalui efisiensi operasional, sehingga merangsang transparansi dalam mengelola resiko dan pengambilan keputusan yang lebih baik.
IBM Finance Forum ini akan membahas bagaimana para eksekutif keuangan dapat membantu mewujudkan keputusan perusahaan yang lebih baik melalui wawasan bisnis yang lebih kokoh dengan menggunakan solusi-solusi IBM, seperti IBM Analytics dan Cognos. Solusi-solusi ini memungkinkan para manajer keuangan untuk mengantisipasi kesenjangan performa antara ramalan, target dan hasil nyata dalam pengelolaan keuangan penting. Solusi yang dikedepankan adalah Key Risk Indicators (KRI) pengelolaan pendapatan, pengeluaran dan modal dalam format executive dashboard. Format ini terdapat Built-in Key Risk Indicators (KRIs) yang merupakan sarana peringatan dini jika terjadi kerentanan di bidang bisnis utama.
IBM memiliki alat ukur kematangan analitik perusahaan yang disebut AQ atau Analytic Quotient. Pada dasarnya, AQ mengukur kesenjangan antara hasil nyata dan hasil potensial yang harus diraih perusahaan. Solusi Business Analytics dapat mentransformasikan proses pengambilan keputusan perusahaan, terutama di bidang lembaga dan layanan keuangan lainnya, dengan otomatisasi proses, kegesitan organisasional yang lebih baik, serta wawasan-wawasan baru yang menghasilkan keuntungan dan pertumbuhan yang dapat dieksploitasikan secara berkala.
Kepatuhan dan pengelolaan resiko tetap menjadi permasalahan utama yang dihadapi perusahaan-perusahaan. Tingginya biaya kepatuhan dan upaya untuk mendapatkan gambaran tentang kondisi keuangan dan resiko operasional adalah beberapa keprihatinan utama mereka. Selain itu, data yang semakin menggunung, banyaknya sistem yang tidak terhubung, peraturan yang berubah-ubah dan iklim bisnis yang dinamis, semakin menambah kerumitan dalam mewujudkan sebuah gambaran lengkap tentang resiko yang dihadapi perusahaan.
“Banyak perusahaan yang menghadapi tantangan mengatasi tingginya biaya kepatuhan, selain kesulitan mewujudkan gambaran yang lengkap dan handal tentang resiko keuangan dan operasional yang mereka hadapi. Program kepatuhan dan resiko yang dijalankan perusahaan-perusahaan ini berbiaya tinggi, terkotak-kotak dan tidak memberikan informasi resiko yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan yang efektif,” jelas Nina K. Wirahadikusumah, Country Manager Software Group, IBM Indonesia.
Di IBM Finance Forum ini, sesi tentang Kepengaturan, Resiko dan Kepatuhan menjelaskan sebuah pendekatan yang lebih baik untuk menjalankan program-program resiko dan kepatuhan, dengan pembahasan khusus tentang platform Governance, Risk and Compliance (GRC) kelas Enterprise yang mendemontrasikan sebuah arsitektur resiko dan kepatuhan yang umum.
Direktur Pelaksana Indonesia Bankers Association for Risk Management (BARa), Mr. Pardi Sudrajat mengatakan, “Pengimplementasian pengelolaan resiko (risk management) melibatkan penggunaan data secara intensif dalam proses pengukuran dan pemonitoran berbagai resiko perbankan. Solusi TI benar-benar diperlukan agar bank dapat menyediakan data yang butuhkan, selain untuk proses pengukuran resiko itu sendiri. Di samping itu, bank juga harus memiliki sebuah sistem informasi manajemen yang handal untuk membuat laporan tentang profil resiko bank agar manajemen senior dapat mengambil keputusan secara lebih baik, di sini suatu solusi TI juga berperan penting.”
Forum ini juga menampilkan solusi IBM Cognos 10 terbaru yang dapat merubah inovasi menjadi proses pembuatan model perencanaan, analisa dan profitabilitas. Sesi ini juga menjelaskan kemajuan di bidang piranti lunak IBM Business Analytics, menjabarkan bagaimana perusahaan dapat membuat sistem pembuatan model perencanaan, analisa dan profitabilitas yang menghubungkan performa operasional dengan performa keuangan agar perusahaan dapat mengantisipasi dan menindak-lanjuti peluang dan resiko bisnis secara lebih efektif.
Forum ini juga memiliki sesi yang menjelaskan kemampuan IBM Cognos BI v10.1, IBM Cognos BI – Scorecarding, v10.1, IBM Cognos TM1 v9.5 dan SPSS Modeler v14.1. Solusi ini memungkinkan para manajer keuangan untuk mengantisipasi kesenjangan performa antara ramalan, target dan hasil nyata dalam pengelolaan keuangan penting, KRI pengelolaan pendapatan, pengeluaran dan modal dalam sebuah format executive dashboard. Built-in KRIs merupakan sarana peringatan dini jika terjadi kerentanan di bidang bisnis yang utama.
Saat ini ada desakan untuk meraih visibilitas, wawasan dan kendali yang lebih tinggi untuk mewujudkan stabilitas keuangan perusahaan. Untuk memenuhi tuntutan-tuntutan ini, perusahaan harus lebih berfokus pada pelaporan yang komprehensif, pembuatan model skenario, pengoptimalisasian, serta perencanaan dan peramalan yang lebih efektif. Bagian keuangan harus dapat mewujudkan sebuah perusahaan yang lebih pintar melalui efisiensi operasional, sehingga merangsang transparansi dalam mengelola resiko dan pengambilan keputusan yang lebih baik.
IBM Finance Forum ini akan membahas bagaimana para eksekutif keuangan dapat membantu mewujudkan keputusan perusahaan yang lebih baik melalui wawasan bisnis yang lebih kokoh dengan menggunakan solusi-solusi IBM, seperti IBM Analytics dan Cognos. Solusi-solusi ini memungkinkan para manajer keuangan untuk mengantisipasi kesenjangan performa antara ramalan, target dan hasil nyata dalam pengelolaan keuangan penting. Solusi yang dikedepankan adalah Key Risk Indicators (KRI) pengelolaan pendapatan, pengeluaran dan modal dalam format executive dashboard. Format ini terdapat Built-in Key Risk Indicators (KRIs) yang merupakan sarana peringatan dini jika terjadi kerentanan di bidang bisnis utama.
IBM memiliki alat ukur kematangan analitik perusahaan yang disebut AQ atau Analytic Quotient. Pada dasarnya, AQ mengukur kesenjangan antara hasil nyata dan hasil potensial yang harus diraih perusahaan. Solusi Business Analytics dapat mentransformasikan proses pengambilan keputusan perusahaan, terutama di bidang lembaga dan layanan keuangan lainnya, dengan otomatisasi proses, kegesitan organisasional yang lebih baik, serta wawasan-wawasan baru yang menghasilkan keuntungan dan pertumbuhan yang dapat dieksploitasikan secara berkala.
Kepatuhan dan pengelolaan resiko tetap menjadi permasalahan utama yang dihadapi perusahaan-perusahaan. Tingginya biaya kepatuhan dan upaya untuk mendapatkan gambaran tentang kondisi keuangan dan resiko operasional adalah beberapa keprihatinan utama mereka. Selain itu, data yang semakin menggunung, banyaknya sistem yang tidak terhubung, peraturan yang berubah-ubah dan iklim bisnis yang dinamis, semakin menambah kerumitan dalam mewujudkan sebuah gambaran lengkap tentang resiko yang dihadapi perusahaan.
“Banyak perusahaan yang menghadapi tantangan mengatasi tingginya biaya kepatuhan, selain kesulitan mewujudkan gambaran yang lengkap dan handal tentang resiko keuangan dan operasional yang mereka hadapi. Program kepatuhan dan resiko yang dijalankan perusahaan-perusahaan ini berbiaya tinggi, terkotak-kotak dan tidak memberikan informasi resiko yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan yang efektif,” jelas Nina K. Wirahadikusumah, Country Manager Software Group, IBM Indonesia.
Di IBM Finance Forum ini, sesi tentang Kepengaturan, Resiko dan Kepatuhan menjelaskan sebuah pendekatan yang lebih baik untuk menjalankan program-program resiko dan kepatuhan, dengan pembahasan khusus tentang platform Governance, Risk and Compliance (GRC) kelas Enterprise yang mendemontrasikan sebuah arsitektur resiko dan kepatuhan yang umum.
Direktur Pelaksana Indonesia Bankers Association for Risk Management (BARa), Mr. Pardi Sudrajat mengatakan, “Pengimplementasian pengelolaan resiko (risk management) melibatkan penggunaan data secara intensif dalam proses pengukuran dan pemonitoran berbagai resiko perbankan. Solusi TI benar-benar diperlukan agar bank dapat menyediakan data yang butuhkan, selain untuk proses pengukuran resiko itu sendiri. Di samping itu, bank juga harus memiliki sebuah sistem informasi manajemen yang handal untuk membuat laporan tentang profil resiko bank agar manajemen senior dapat mengambil keputusan secara lebih baik, di sini suatu solusi TI juga berperan penting.”
Forum ini juga menampilkan solusi IBM Cognos 10 terbaru yang dapat merubah inovasi menjadi proses pembuatan model perencanaan, analisa dan profitabilitas. Sesi ini juga menjelaskan kemajuan di bidang piranti lunak IBM Business Analytics, menjabarkan bagaimana perusahaan dapat membuat sistem pembuatan model perencanaan, analisa dan profitabilitas yang menghubungkan performa operasional dengan performa keuangan agar perusahaan dapat mengantisipasi dan menindak-lanjuti peluang dan resiko bisnis secara lebih efektif.
Forum ini juga memiliki sesi yang menjelaskan kemampuan IBM Cognos BI v10.1, IBM Cognos BI – Scorecarding, v10.1, IBM Cognos TM1 v9.5 dan SPSS Modeler v14.1. Solusi ini memungkinkan para manajer keuangan untuk mengantisipasi kesenjangan performa antara ramalan, target dan hasil nyata dalam pengelolaan keuangan penting, KRI pengelolaan pendapatan, pengeluaran dan modal dalam sebuah format executive dashboard. Built-in KRIs merupakan sarana peringatan dini jika terjadi kerentanan di bidang bisnis yang utama.
--ooOOoo--
Kamis, 02 Agustus 2012
Bank ICB Bumiputera Bekerjasama dengan IBM Mewujudkan Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis di Waktu Mendatang
IBM
dipercaya mendukung implementasi dan pengoperasian sistem informasi di
Bank ICB Bumiputera untuk mendukung pertumbuhan dan perluasan bisnis.
Jakarta, 01 Agustus 2012 –
Bank ICB Bumiputera Bank, salah satu bank ritel yang terkemuka di
Indonesia, hari ini mengumumkan kerjasama dengan IBM untuk penyediaan
layanan Pengelolaan Pusat Data (DC) dan Pemulihan Bencana (DRC) untuk
memastikan kelangsungan operasional Bisnis Bank, serta menawarkan
fasilitas, peralatan dan solusi pendukung operasional untuk aplikasi core banking yang dimiliki Bank ICB Bumiputra.
Solusi-solusi dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlibat di dalam kegiatan operasional sehari-hari telah sesuai dengan teknologi terkini dan sesuai dengan tuntutan teknologi untuk rencana perluasan bisnis. Hal ini juga mendukung Bank ICB Bumiputera untuk membuktikan komitmennya: Untuk selalu menyediakan layanan yang terbaik kepada nasabah-nasabahnya, mendukung strategi bisnis yang berfokus pada nasabah dari segmen UKM dan personal serta mematuhi panduan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk mempersiapkan diri menghadapi bencana yang tidak terduga.
IBM secara konsisten akan mendukung Bank ICB Bumiputera di dalam penyediaan sistem perbankan inti yang ditujukan untuk merampingkan infrastruktur TI, meningkatkan efisiensi dalam pengeluaran operasional dan modal. Layanan baru ini akan membantu mengurangi kompleksitas infrastruktur teknologi dan mengintegrasikan sistem yang ada melalui model IBM Scalable Modular Data Centre.
Hal tersebut akan memberikan kemampuan Bank ICB Bumiputera untuk melakukan perluasan pusat data tanpa mengganggu kegiatan opersional TI-nya dan pada saat yang sama memiliki kapasitas komputasi yang lebih besar. Hal lainnya adalah meningkatkan ketersediaan pusat data dan efisiensi energi untuk membantu mengurangi biaya modal dan operasional pusat data. Bank ICB Bumiputera akan dapat menyebarkan pusat data secara lebih cepat sehingga meningkatkan fleksibilitas dan skalabilitas.
Dengan memperluas kemampuan TI-nya melalui dukungan IBM untuk aplikasi perbankan inti, kini Bank ICB Bumiputera dapat mewujudkan sistem administrasi yang handal, mampu mendukung pertumbuhan dan perluasan bisnis di waktu mendatang, serta meningkatkan layanan pelanggannya. Melalui kesepakatan ini, jika terjadi bencana, Bank ICB Bumiputera akan dapat terus menjalankan bisnis operasionalnya, melalui replikasi online antara pusat data (DC) dengan situs pemulihan bencana (DRC).
“Sesuai dengan visinya menjadi bank ritel terdepan di Indonesia, Bank ICB Bumiputera senantiasa berupaya untuk mengimplementasikan solusi-solusi teknologi yang terdepan agar dapat mempertahankan kepuasan pelanggan. Kami percaya bahwa dengan mengedepankan kemampuan TI kami, kami akan dapat memberikan layanan terbaik untuk nasabah-nasabah kami,” jelas Rajuendran, Plt. Presiden Direktur, Bank ICB Bumiputera. “Kami senang bahwa untuk membuktikan komitmen kami untuk menyediakan layanan terbaik bagi nasabah-nasabah kami, kami mendapatkan dukungan dari IBM, sebuah perusahaan penyedia layanan TI yang terkemuka di dunia. IBM memiliki pandangan dan semangat yang sama dalam mengutamakan kepuasan pelanggan. Dengan memanfaatkan kecakapan IBM di bidang layanan pusat data dan pemulihan bencana, kami akan dapat meningkatkan efisiensi TI dan menyediakan sebuah pusat data yang efisien, handal dan aman. Ini akan memungkinkan kami untuk berfokus pada proses bisnis kami guna melayani nasabah secara lebih baik.”
Setelah melalui proses evaluasi yang seksama, Bank ICB Bumiputera memilih IBM dari sekian banyak pesaing karena kecanggihan teknologi yang dimiliki solusi-solusi perangkat keras IBM, terutama model Scalable Modular Data Centre miliknya, serta solusi-solusi penghematan energi dan lingkungan yang telah terbukti. Selain itu, IBM juga menerapkan sebuah pendekatan pengelolaan pintar yang menghubungkan perlengkapan, sistem-sistem bangunan dan operasional pusat data, serta dilengkapi teknologi pendinginan komputer dan sistem server terbaru IBM yang hemat energi.
“Layanan Pusat Data dan Pusat Data Terkelola adalah bagian penting dari bisnis IBM Global Technology Services. Layanan-layanan ini semakin berperan penting karena proses-proses, infrastruktur-infrastruktur dan sistem-sistem yang mendefinisikan bisnis saat ini menjadi semakin terhubung dan pintar,” tutur Suryo Suwignjo, Presiden Direktur, IBM Indonesia. “Kami sangat antusias menjalin kemitraan dengan Bank ICB Bumiputera dan kami yakin bahwa pengalaman kami yang luas di bidang pusat data dan pemulihan bencana, serta pengetahuan dan kecakapan kami di industri perbankan akan bermanfaat bagi bisnis dan nasabah Bank ICB Bumiputera. Kami berharap dapat secara konsisten mendukung Bank ICB Bumiputera meningkatkan daya saing operasionalnya dalam industri perbankan nasional.”
Solusi-solusi dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlibat di dalam kegiatan operasional sehari-hari telah sesuai dengan teknologi terkini dan sesuai dengan tuntutan teknologi untuk rencana perluasan bisnis. Hal ini juga mendukung Bank ICB Bumiputera untuk membuktikan komitmennya: Untuk selalu menyediakan layanan yang terbaik kepada nasabah-nasabahnya, mendukung strategi bisnis yang berfokus pada nasabah dari segmen UKM dan personal serta mematuhi panduan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk mempersiapkan diri menghadapi bencana yang tidak terduga.
IBM secara konsisten akan mendukung Bank ICB Bumiputera di dalam penyediaan sistem perbankan inti yang ditujukan untuk merampingkan infrastruktur TI, meningkatkan efisiensi dalam pengeluaran operasional dan modal. Layanan baru ini akan membantu mengurangi kompleksitas infrastruktur teknologi dan mengintegrasikan sistem yang ada melalui model IBM Scalable Modular Data Centre.
Hal tersebut akan memberikan kemampuan Bank ICB Bumiputera untuk melakukan perluasan pusat data tanpa mengganggu kegiatan opersional TI-nya dan pada saat yang sama memiliki kapasitas komputasi yang lebih besar. Hal lainnya adalah meningkatkan ketersediaan pusat data dan efisiensi energi untuk membantu mengurangi biaya modal dan operasional pusat data. Bank ICB Bumiputera akan dapat menyebarkan pusat data secara lebih cepat sehingga meningkatkan fleksibilitas dan skalabilitas.
Dengan memperluas kemampuan TI-nya melalui dukungan IBM untuk aplikasi perbankan inti, kini Bank ICB Bumiputera dapat mewujudkan sistem administrasi yang handal, mampu mendukung pertumbuhan dan perluasan bisnis di waktu mendatang, serta meningkatkan layanan pelanggannya. Melalui kesepakatan ini, jika terjadi bencana, Bank ICB Bumiputera akan dapat terus menjalankan bisnis operasionalnya, melalui replikasi online antara pusat data (DC) dengan situs pemulihan bencana (DRC).
“Sesuai dengan visinya menjadi bank ritel terdepan di Indonesia, Bank ICB Bumiputera senantiasa berupaya untuk mengimplementasikan solusi-solusi teknologi yang terdepan agar dapat mempertahankan kepuasan pelanggan. Kami percaya bahwa dengan mengedepankan kemampuan TI kami, kami akan dapat memberikan layanan terbaik untuk nasabah-nasabah kami,” jelas Rajuendran, Plt. Presiden Direktur, Bank ICB Bumiputera. “Kami senang bahwa untuk membuktikan komitmen kami untuk menyediakan layanan terbaik bagi nasabah-nasabah kami, kami mendapatkan dukungan dari IBM, sebuah perusahaan penyedia layanan TI yang terkemuka di dunia. IBM memiliki pandangan dan semangat yang sama dalam mengutamakan kepuasan pelanggan. Dengan memanfaatkan kecakapan IBM di bidang layanan pusat data dan pemulihan bencana, kami akan dapat meningkatkan efisiensi TI dan menyediakan sebuah pusat data yang efisien, handal dan aman. Ini akan memungkinkan kami untuk berfokus pada proses bisnis kami guna melayani nasabah secara lebih baik.”
Setelah melalui proses evaluasi yang seksama, Bank ICB Bumiputera memilih IBM dari sekian banyak pesaing karena kecanggihan teknologi yang dimiliki solusi-solusi perangkat keras IBM, terutama model Scalable Modular Data Centre miliknya, serta solusi-solusi penghematan energi dan lingkungan yang telah terbukti. Selain itu, IBM juga menerapkan sebuah pendekatan pengelolaan pintar yang menghubungkan perlengkapan, sistem-sistem bangunan dan operasional pusat data, serta dilengkapi teknologi pendinginan komputer dan sistem server terbaru IBM yang hemat energi.
“Layanan Pusat Data dan Pusat Data Terkelola adalah bagian penting dari bisnis IBM Global Technology Services. Layanan-layanan ini semakin berperan penting karena proses-proses, infrastruktur-infrastruktur dan sistem-sistem yang mendefinisikan bisnis saat ini menjadi semakin terhubung dan pintar,” tutur Suryo Suwignjo, Presiden Direktur, IBM Indonesia. “Kami sangat antusias menjalin kemitraan dengan Bank ICB Bumiputera dan kami yakin bahwa pengalaman kami yang luas di bidang pusat data dan pemulihan bencana, serta pengetahuan dan kecakapan kami di industri perbankan akan bermanfaat bagi bisnis dan nasabah Bank ICB Bumiputera. Kami berharap dapat secara konsisten mendukung Bank ICB Bumiputera meningkatkan daya saing operasionalnya dalam industri perbankan nasional.”
-ooOOoo-
Selasa, 17 Juli 2012
BINA NUSANTARA dan IBM Global Business Services Beraliansi Mewujudkan Sistem Pendidikan dan Proses Sumber Daya Manusia yang Berkualitas
IBM Mengimplementasikan SAP Human Capital Management (Tahap
2) dan Material Manajemen untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis
Jakarta, 17 Juli 2012 – IBM
Indonesia hari ini mengumumkan penunjukkan IBM Global Business Services (GBS) sebagai
mitra bisnis BINA NUSANTARA (BINUS) Group, sebuah institusi pendidikan yang
telah berhasil mengembangkan group nya dari level TK hingga tingkat Doktoral
(S3). Kerja sama yang disepakati adalah pengimplementasikan berbagai solusi
bisnis sebagai bagian dari proses Sumber Daya Manusia (SDM) termasuk proses
pembelian dan inventori BINUS.
Di tahap ini, IBM akan memanfaatkan inovasi teknologi terkini
agar BINUS dapat meraih nilai bisnis lebih dari solusi SAP yang digunakan sebagai
sistem pendukung Enterprise Resource Planning (ERP). Inisiatif ini sejalan dengan rencana BINUS untuk
terus memperkokoh proses SDM serta pembelian dan inventori BINUS. Sebelumnya, IBM juga telah mendukung pengimplementasian
tahap pertama solusi SAP yang digunakan untuk
proses keuangan dan sebagian proses SDM BINUS.
Melalui inisiatif Human Capital Management yang baru, karyawan
BINUS dapat menjalankan proses swalayan karyawan, seperti mengajukan permohonan
cuti, penggantian pengeluaran dan mendapatkan berbagai informasi kepegawaian sampai
dengan manajemen kinerja dan karier secara online.
Lebih dari 2000 karyawan dan dosen BINUS akan menikmati fitur berstandar internasional
ini. Proses
Perencanaan Biaya Personalia dan Pengembangan Personalia juga akan disediakan
dalam tahap pengimplementasian ini. Diharapkan, hal ini akan memudahkan para
Manajer dan manajemen BINUS untuk secara efisien mengelola dan mengembangkan karyawannya.
Sedangkan dengan inisiatif Material
Management atau Pembelian dan Inventori, BINUS akan dapat mengelola proses
pembelian dan inventori secara terpusat untuk meningkatkan efisiensi dan
pengendalian.
“BINUS,
sebagai institusi pendidikan yang terdepan, senantiasa mencari cara inovatif
untuk terus mengoptimalkan organisasinya. Melalui pemanfaatkan TI dan
mengintegrasikan proses-proses bisnis yang lebih efisien, kami harapkan para
karyawan kami dapat bekerja dan juga mendapatkan support secara lebih maksimal.”
jelas Stephen Wahyudi Santoso, Managing Director, BINUS Group.
"Pengalaman
IBM dalam mensupport dan pengimplementasian pada
lembaga-lembaga pendidikan dan pengintegrasian sistem memungkinkan kami untuk
menyederhanakan sistem operasi dan optimalisasi proses yang diperlukan untuk
memenuhi kebutuhan institusi kami yang unik,” Stephen menambahkan.
"Strategi Human Capital Management
adalah sebuah inovasi peta biru untuk menghadapi perkembangan bisnis saat ini.
Melalui kemampuan serta pengalaman IBM untuk mengelola proyek di bidang pengelolaan
aplikasi dan teknologi, kami percaya akan semakin membantu BINUS memperluas
diri dan menjadi yang terdepan di dunia pendidikan Indonesia," tutur Widita
P. Sardjono, Associate Partner, IBM Global Business Services, IBM Indonesia.
Solusi-solusi IBM untuk dunia pendidikan dapat membantu lembaga-lembaga
pendidikan meningkatkan performa dan hasil operasional mereka secara
bermanfaat, efisien dan transparan. IBM berkomitmen untuk menyajikan
solusi-solusi TI yang lebih pintar dan terintegrasi, serta dilandasi proses
bisnis dan teknologi terkini untuk industri pendidikan,” Widita menambahkan.
Solusi-solusi IBM yang pintar membantu
lembaga-lembaga pendidikan menjadi lebih terinterkoneksi: mengakses dan berbagi
sumber daya manusia, terinstrumentasi: mengumpulkan data penting dan lebih
pintar untuk mewujudkan inovasi dan pengambilan keputusan yang lebih bijaksana.
Solusi-solusi IBM memungkinkan mereka untuk menggalakkan inovasi dan efisiensi
yang berujung pada produktifitas dan pelayanan yang lebih baik.
--ooOOoo--
Tentang IBM
Tentang BINA NUSANTARA Group
Jumat, 13 Juli 2012
IBM Memperluas Solusi-solusi Pengembangan Piranti Lunak Kolaboratif ke Teknologi Bergerak dan Awan
Jakarta, 13 Juli 2012: IBM (NYSE: IBM)
telah mengumumkan serangkaian solusi piranti lunak baru yang dapat
membantu pelanggan membuat aplikasi piranti lunak secara lebih cepat dan
dengan kualitas yang lebih baik di berbagai lingkungan pengembangan,
termasuk awan, bergerak dan sistem-sistem rumit lainnya.
Tren yang berkembang di dunia piranti lunak saat ini mengarah ke sistem-sistem yang terus berubah, mengharuskan konsistensi dan kolaborasi di seluruh daur hidup piranti lunak dan rantai suplai. Tim-tim pengembang piranti lunak juga sering kali mengalami kesulitan memenuhi harapan perusahaan kurang tersedianya bukti nyata – data yang digunakan bersama dan konteks yang konsisten di seluruh bagian perusahaan serta disajikan dengan ukuran yang jujur dan jelas.
Untuk mengatasi semua tantangan ini, IBM memperkenalkan sebuah versi baru dari solusi piranti lunaknya yang terintegrasi, Collaborative Lifecycle Management (CLM), yang dilengkapi kemampuan pengelolaan desain yang sudah diperluas. Solusi CLM ini dibangun pada platform pengembangan terbuka IBM – Jazz – serta memadukan IBM Rational Requirements Composer, IBM Rational Team Concert, dan IBM Rational Quality Manager dalam sebuah solusi yang mudah diinstal dan digunakan. Piranti lunak CLM yang baru ini memastikan bahwa rancangan piranti lunak terintegrasi dengan daur hidup pengembangan aplikasi piranti lunak lainnya. Dengan demikian, tim-tim pengembang akan dapat berkolaborasi secara lancar dalam merancang dan mengembangkan piranti lunak dengan para pemangku kepentingan perusahaan.
Menurut hasil awal dari penelitian yang diadakan IBM Institute for Business Value Global Study tentang penghantaran piranti lunak*, lebih dari tiga per empat perusahaan yang berpartisipasi menyatakan bahwa mereka tidak siap menghadapi tren-tren teknologi penting yang mempengaruhi daya saing mereka. Tren-tren ini meliputi proliferasi perangkat bergerak, kemampuan untuk memanfaatkan sumber daya berbasis awan untuk mewujudkan fleksibilitas dan penghematan, serta meningkatnya jumlah produk-produk pintar dengan piranti lunak tertanam. Di lain pihak, 50% responden mengatakan bahwa penghantaran piranti lunak yang sukses penting untuk meningkatkan daya saing mereka, dan baru 25% yang saat ini memanfaatkannya.
“Dilema yang dihadapi perusahaan-perusahaan saat ini adalah pentingnya penghantaran yang cepat dan pengendalian dalam proses pengembangan piranti lunak,” tutur Nina K. Wirahadikusumah, Country Manager IBM Software. “Kita harus membuat keseimbangan antara kebutuhan akan kecepatan dan kegesitan dengan kepengaturan yang lebih baik untuk mengelola biaya dan kualitas, mentaati regulasi, menjamin keamanan dan mencapai tingkat prediktibilitas keuangan tertentu.”
Penyedia Jaringan, Jasa dan Konten Telekomunikasi Mentransformasikan Proses Intinya
PT Indonesia Comnet Plus (ICON+) yang berpusat di Jakarta, merupakan perusahaan yang berfokus pada jaringan, jasa dan konten telekomunikasi untuk sistem informasi dan teknologi PT PLN dan publik. Icon+ mempunyai tantangan utama dalam mempercepat waktu ke pasar serta mendapatkan visibilitas untuk kemajuan pembangunan peranti lunak yang dilakukan oleh tim internal dan vendor perangkat lunak. Icon+ memanfaatkan kemampuan piranti lunak IBM Rational CLM dan IBM Rational BuildForge untuk menciptakan sebuah lingkungan application lifecycle management (ALM) yang bersifat multi-platform untuk membantu mengotomatisasikan proses pengembangan mereka dan menguak silo-silo kecakapan guna mewujudkan kerja sama lintas tim yang lebih efektif dan agile.
“Melalui IBM Rational, memungkinkan tim proyek Icon+ untuk berkolaborasi lebih baik sehingga mereka dapat menyelesaikan pekerjaan lebih cepat. Icon+ juga mendapatkan visibilitas yang lebih baik untuk kualitas proyek, sehingga kami mampu untuk mengarahkan proyek ke arah yang benar dan waktu yang lebih cepat,” jelas Doddi Priyambodo, IT Application Head, PT Indonesia Comnet Plus (ICON+)
Dev/Ops di Awan
Pada umumnya, perusahaan membutuhkan berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk mewujudkan perubahan pengembangan. Hal ini terkendala infrastruktur dan konfigurasi, pengujian dan penyebaran panduan, serta kurangnya kolaborasi antara tim pengembang dan tim operasional. Dengan penghantaran piranti lunak di awan secara terus-menerus memungkinkan pelanggan untuk secara kontinu dan otomatis menghantarkan perubahan di seluruh daur hidup penghantaran piranti lunak – pengembangan, pengujian aplikasi dan pengoperasian. Dengan pendekatan “DevOps” di awan, pelanggan dapat mengurangi waktu ke pasar dan mengotomatisasikan perubahan dalam pengembangan, pengujian dan produksi. IBM mendukung penghantaran, pengembangan dan pengoperasian awan dengan solusi-solusi baru, termasuk:
• IBM Rational solution for Collaborative Lifecycle Management on IBM SmartCloud Enterprise yang menyediakan sebuah infrastructure as a service (IaaS) komputasi awan yang gesit untuk pengembangan dan pengujian. Solusi ini dirancang untuk menyediakan akses cepat ke lingkungan server virtual kelas enterprise yang aman.
• Proyek perintis IBM SmartCloud Application Services menyediakan layanan pay-as-you-go yang dapat mengkoordinasikan kegiatan di seluruh perusahaan sesuai persyaratan sistem, perancangan, pengembangan, pembangunan, pengujian dan penghantaran.
• Platform pengembangan dan pengujian IBM SmartCloud for Government sebagau layanan yang menghantarkan alat-alat Rational yang terkemuka di industri untuk lembaga-lembaga pemerintah dalam sebuah lingkungan komputasi yang sangat skalabel dan elastis. Ini sangat berguna bagi lembaga-lembaga yang menginginkan biaya rendah yang ditawarkan lingkungan awan bersama dan keamanan yang dijanjikan Federal Information Security Management Act (FISMA).
• IBM SmartCloud Continuous Delivery managed beta melalui sebuah hosted sandbox di awan menjanjikan pengalaman langsung tentang kemampuan DevOps yang memungkinkan proses code-to-deploy yang lebih cepat melalui otomatisasi, proses berulang standarisasi serta koordinasi dan visibilitas yang lebih baik antara tim-tim pengembangan, pengujian dan pengoperasian.http://www.ibm.com/tivoli/apm
• IBM SmartCloud Application Performance Management menyediakan kemampuan pemonitoran dan pengelolaan yang komprehensif dan memungkinkan tim-tim pengembangan dan pengoperasian untuk mengurangi troubleshooting yang mahal dan membebaskan sumber daya agar dapat berfokus pada pengembangan inovasi-inovasi dan layanan-payanan baru untuk pelanggan. Dengan pengintegrasian yang lebih ketat ini, permasalahan aplikasi dapat dilacak dan dibenahi secara lebih cepat, di samping secara proaktif mencegah gangguan layanan di waktu mendatang.
Pengembangan Teknologi Bergerak Enterprise
IBM Rational CLM juga telah diperluas ke platform IBM Mobile Foundation untuk berbagi kode secara terpusat dan pengembangan aplikasi bergerak terdistribusi. Saat ini, fragmentasi alat-alat, platform dan perangkat bergerak, membuat penghantaran aplikasi bergerak menjadi rumit, terutama yang memiliki waktu ke pasar yang lebih cepat dan yang sering dirilis. Solusi IBM Enterprise Mobile Development membantu tim-tim menerapkan sebuah proses pengelolaan daur hidup ujung-ke-ujung untuk mendesain, mengembangkan, menguji dan menyebarkan aplikasi bergerak, di samping mewujudkan pengintegrasian yang mulus dengan sistem belakang perusahaan dan layanan awan melalui middleware yang dioptimalkan untuk perangkat bergerak. Solusi Enterprise Mobile Development memadukan berbagai penawaran yang mengoptimalkan akuisisi Worklight baru-baru ini, selain lingkungan pengembangan IBM yang berkelas enterprise, seperti:
Teknologi Green Hat dalam Solusi Otomatisasi Pengujian IBM yang Baru
Produk-produk yang dimanufaktur dan aplikasi yang ada saat ini semakin mendesak tim-tim pengembang untuk mencari cara-cara inovatif guna mempertahankan kegesitan dan meningkatkan frekuensi penghantaran pembaruan piranti lunak yang akan diuji. IBM telah mengintegrasikan teknologi Green Hat yang baru-baru ini diakuisisinya dengan IBM Rational CLM untuk mengatasi tantangan dalam pengujian sistem-sistem yang sangat terintegarsi dan rumit, serta menyederhanakan proses pembuatan lingkungan pengujian virtual. Solusi otomatisasi pengujian IBM yang baru memanfaatkan lingkungan pengujian tervitualisasi dan dapat mengurangi biaya yang terkait dengan proses pemasangan, pemeliharaan dan pembongkaran infrastruktur pengujian tradisional atau pegimplementasian berbasis awan.
Lebih Dari Satu Dekade Kempemimpinan IBM Software Development
Selama sebelas tahun berturut-turut, IBM adalah pemegang pangsa pasar terbesar di pasar piranti lunak pengembangan aplikasi dunia (25%), menurut Gartner. Gartner juga melaporkan bahwa IBM dapat mempertahankan kepemimpinannya di segmen-segmen utama dan segmen-segmen yang berkembang, termasuk Distributed Software Change & Configuration Management, Requirements Elicitation and Management, Design dan Java Platform AD Tools, serta mencapai tingkat pertumbuhan sebesar 25 persen di segmen Security Testing (DAST & SAST).
Selain itu, menurut Users' Choice: 2012 Software Development Platforms yang diterbitkan Evans Data Corporation, dalam peringkat platform secara keseluruhan, IBM Rational terus memimpin dan dinobatkan sebagai penawaran yang mendapat nilai tertinggi, suatu kehormatan karena gelar ini diraih enam kali dalam 7 tahun terakhir di penelitian Evans Data ini yang melibatkan 1.200 pengembang di seluruh dunia. *Penelitian akan diterbitkan bulan Oktober 2012
Tren yang berkembang di dunia piranti lunak saat ini mengarah ke sistem-sistem yang terus berubah, mengharuskan konsistensi dan kolaborasi di seluruh daur hidup piranti lunak dan rantai suplai. Tim-tim pengembang piranti lunak juga sering kali mengalami kesulitan memenuhi harapan perusahaan kurang tersedianya bukti nyata – data yang digunakan bersama dan konteks yang konsisten di seluruh bagian perusahaan serta disajikan dengan ukuran yang jujur dan jelas.
Untuk mengatasi semua tantangan ini, IBM memperkenalkan sebuah versi baru dari solusi piranti lunaknya yang terintegrasi, Collaborative Lifecycle Management (CLM), yang dilengkapi kemampuan pengelolaan desain yang sudah diperluas. Solusi CLM ini dibangun pada platform pengembangan terbuka IBM – Jazz – serta memadukan IBM Rational Requirements Composer, IBM Rational Team Concert, dan IBM Rational Quality Manager dalam sebuah solusi yang mudah diinstal dan digunakan. Piranti lunak CLM yang baru ini memastikan bahwa rancangan piranti lunak terintegrasi dengan daur hidup pengembangan aplikasi piranti lunak lainnya. Dengan demikian, tim-tim pengembang akan dapat berkolaborasi secara lancar dalam merancang dan mengembangkan piranti lunak dengan para pemangku kepentingan perusahaan.
Menurut hasil awal dari penelitian yang diadakan IBM Institute for Business Value Global Study tentang penghantaran piranti lunak*, lebih dari tiga per empat perusahaan yang berpartisipasi menyatakan bahwa mereka tidak siap menghadapi tren-tren teknologi penting yang mempengaruhi daya saing mereka. Tren-tren ini meliputi proliferasi perangkat bergerak, kemampuan untuk memanfaatkan sumber daya berbasis awan untuk mewujudkan fleksibilitas dan penghematan, serta meningkatnya jumlah produk-produk pintar dengan piranti lunak tertanam. Di lain pihak, 50% responden mengatakan bahwa penghantaran piranti lunak yang sukses penting untuk meningkatkan daya saing mereka, dan baru 25% yang saat ini memanfaatkannya.
“Dilema yang dihadapi perusahaan-perusahaan saat ini adalah pentingnya penghantaran yang cepat dan pengendalian dalam proses pengembangan piranti lunak,” tutur Nina K. Wirahadikusumah, Country Manager IBM Software. “Kita harus membuat keseimbangan antara kebutuhan akan kecepatan dan kegesitan dengan kepengaturan yang lebih baik untuk mengelola biaya dan kualitas, mentaati regulasi, menjamin keamanan dan mencapai tingkat prediktibilitas keuangan tertentu.”
Penyedia Jaringan, Jasa dan Konten Telekomunikasi Mentransformasikan Proses Intinya
PT Indonesia Comnet Plus (ICON+) yang berpusat di Jakarta, merupakan perusahaan yang berfokus pada jaringan, jasa dan konten telekomunikasi untuk sistem informasi dan teknologi PT PLN dan publik. Icon+ mempunyai tantangan utama dalam mempercepat waktu ke pasar serta mendapatkan visibilitas untuk kemajuan pembangunan peranti lunak yang dilakukan oleh tim internal dan vendor perangkat lunak. Icon+ memanfaatkan kemampuan piranti lunak IBM Rational CLM dan IBM Rational BuildForge untuk menciptakan sebuah lingkungan application lifecycle management (ALM) yang bersifat multi-platform untuk membantu mengotomatisasikan proses pengembangan mereka dan menguak silo-silo kecakapan guna mewujudkan kerja sama lintas tim yang lebih efektif dan agile.
“Melalui IBM Rational, memungkinkan tim proyek Icon+ untuk berkolaborasi lebih baik sehingga mereka dapat menyelesaikan pekerjaan lebih cepat. Icon+ juga mendapatkan visibilitas yang lebih baik untuk kualitas proyek, sehingga kami mampu untuk mengarahkan proyek ke arah yang benar dan waktu yang lebih cepat,” jelas Doddi Priyambodo, IT Application Head, PT Indonesia Comnet Plus (ICON+)
Dev/Ops di Awan
Pada umumnya, perusahaan membutuhkan berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk mewujudkan perubahan pengembangan. Hal ini terkendala infrastruktur dan konfigurasi, pengujian dan penyebaran panduan, serta kurangnya kolaborasi antara tim pengembang dan tim operasional. Dengan penghantaran piranti lunak di awan secara terus-menerus memungkinkan pelanggan untuk secara kontinu dan otomatis menghantarkan perubahan di seluruh daur hidup penghantaran piranti lunak – pengembangan, pengujian aplikasi dan pengoperasian. Dengan pendekatan “DevOps” di awan, pelanggan dapat mengurangi waktu ke pasar dan mengotomatisasikan perubahan dalam pengembangan, pengujian dan produksi. IBM mendukung penghantaran, pengembangan dan pengoperasian awan dengan solusi-solusi baru, termasuk:
• IBM Rational solution for Collaborative Lifecycle Management on IBM SmartCloud Enterprise yang menyediakan sebuah infrastructure as a service (IaaS) komputasi awan yang gesit untuk pengembangan dan pengujian. Solusi ini dirancang untuk menyediakan akses cepat ke lingkungan server virtual kelas enterprise yang aman.
• Proyek perintis IBM SmartCloud Application Services menyediakan layanan pay-as-you-go yang dapat mengkoordinasikan kegiatan di seluruh perusahaan sesuai persyaratan sistem, perancangan, pengembangan, pembangunan, pengujian dan penghantaran.
• Platform pengembangan dan pengujian IBM SmartCloud for Government sebagau layanan yang menghantarkan alat-alat Rational yang terkemuka di industri untuk lembaga-lembaga pemerintah dalam sebuah lingkungan komputasi yang sangat skalabel dan elastis. Ini sangat berguna bagi lembaga-lembaga yang menginginkan biaya rendah yang ditawarkan lingkungan awan bersama dan keamanan yang dijanjikan Federal Information Security Management Act (FISMA).
• IBM SmartCloud Continuous Delivery managed beta melalui sebuah hosted sandbox di awan menjanjikan pengalaman langsung tentang kemampuan DevOps yang memungkinkan proses code-to-deploy yang lebih cepat melalui otomatisasi, proses berulang standarisasi serta koordinasi dan visibilitas yang lebih baik antara tim-tim pengembangan, pengujian dan pengoperasian.http://www.ibm.com/tivoli/apm
• IBM SmartCloud Application Performance Management menyediakan kemampuan pemonitoran dan pengelolaan yang komprehensif dan memungkinkan tim-tim pengembangan dan pengoperasian untuk mengurangi troubleshooting yang mahal dan membebaskan sumber daya agar dapat berfokus pada pengembangan inovasi-inovasi dan layanan-payanan baru untuk pelanggan. Dengan pengintegrasian yang lebih ketat ini, permasalahan aplikasi dapat dilacak dan dibenahi secara lebih cepat, di samping secara proaktif mencegah gangguan layanan di waktu mendatang.
Pengembangan Teknologi Bergerak Enterprise
IBM Rational CLM juga telah diperluas ke platform IBM Mobile Foundation untuk berbagi kode secara terpusat dan pengembangan aplikasi bergerak terdistribusi. Saat ini, fragmentasi alat-alat, platform dan perangkat bergerak, membuat penghantaran aplikasi bergerak menjadi rumit, terutama yang memiliki waktu ke pasar yang lebih cepat dan yang sering dirilis. Solusi IBM Enterprise Mobile Development membantu tim-tim menerapkan sebuah proses pengelolaan daur hidup ujung-ke-ujung untuk mendesain, mengembangkan, menguji dan menyebarkan aplikasi bergerak, di samping mewujudkan pengintegrasian yang mulus dengan sistem belakang perusahaan dan layanan awan melalui middleware yang dioptimalkan untuk perangkat bergerak. Solusi Enterprise Mobile Development memadukan berbagai penawaran yang mengoptimalkan akuisisi Worklight baru-baru ini, selain lingkungan pengembangan IBM yang berkelas enterprise, seperti:
- • Rational Solution for Collaborative Lifecycle Management
• IBM Worklight Studio 5.0 and IBM Worklight Server 5.0
• Rational Application Developer v8.5
• Rational Developer for System z v8.5
• Rational Developer for Power Systems v8.5
• IBM Application Center 5.0
• Android SDK and Emulator
Teknologi Green Hat dalam Solusi Otomatisasi Pengujian IBM yang Baru
Produk-produk yang dimanufaktur dan aplikasi yang ada saat ini semakin mendesak tim-tim pengembang untuk mencari cara-cara inovatif guna mempertahankan kegesitan dan meningkatkan frekuensi penghantaran pembaruan piranti lunak yang akan diuji. IBM telah mengintegrasikan teknologi Green Hat yang baru-baru ini diakuisisinya dengan IBM Rational CLM untuk mengatasi tantangan dalam pengujian sistem-sistem yang sangat terintegarsi dan rumit, serta menyederhanakan proses pembuatan lingkungan pengujian virtual. Solusi otomatisasi pengujian IBM yang baru memanfaatkan lingkungan pengujian tervitualisasi dan dapat mengurangi biaya yang terkait dengan proses pemasangan, pemeliharaan dan pembongkaran infrastruktur pengujian tradisional atau pegimplementasian berbasis awan.
Lebih Dari Satu Dekade Kempemimpinan IBM Software Development
Selama sebelas tahun berturut-turut, IBM adalah pemegang pangsa pasar terbesar di pasar piranti lunak pengembangan aplikasi dunia (25%), menurut Gartner. Gartner juga melaporkan bahwa IBM dapat mempertahankan kepemimpinannya di segmen-segmen utama dan segmen-segmen yang berkembang, termasuk Distributed Software Change & Configuration Management, Requirements Elicitation and Management, Design dan Java Platform AD Tools, serta mencapai tingkat pertumbuhan sebesar 25 persen di segmen Security Testing (DAST & SAST).
Selain itu, menurut Users' Choice: 2012 Software Development Platforms yang diterbitkan Evans Data Corporation, dalam peringkat platform secara keseluruhan, IBM Rational terus memimpin dan dinobatkan sebagai penawaran yang mendapat nilai tertinggi, suatu kehormatan karena gelar ini diraih enam kali dalam 7 tahun terakhir di penelitian Evans Data ini yang melibatkan 1.200 pengembang di seluruh dunia. *Penelitian akan diterbitkan bulan Oktober 2012
Selasa, 19 Juni 2012
IBM Pimpin Pasar Solusi Penyimpanan Disk Eksternal Indonesia di Kwartal Pertama Tahun 2012
Jakarta, 19 Juni 2012 –
IBM hari ini mengumumkan keberhasilannya memimpin pasar Penyimpanan
Disk Eksternal dengan menduduki peringkat pertama di antara
vendor-vendor penyimpanan lainnya dan meraih pangsa pasar terbesar
selama Kwartal Pertama 2012, berdasarkan pendapatan penyimpanan
eksternal secara keseluruhan, menurut perusahaan konsultan dan
penelitian pasar TI yang terkemuka, IDC*.
Di Indonesia, IBM meraih posisi puncak berdasarkan pendapatan Penyimpanan Disk Eksternal secara keseluruhan dengan pangsa pasar sebesar 21,7%, 5,3 poin lebih tinggi dari pesaing terdekatnya di Kwartal pertama tahun 2012.
IBM juga memimpin pasar Penyimpanan Disk Eksternal kelas Menengah dengan pangsa pasar 22,2% (menurut pendapatan). Angka ini membuat IBM unggul 2 poin dari pesaing terdekatnya.
Semakin banyak perusahaan yang menyadari bahwa mereka harus mencari berbagai cara baru untuk mengatasi masalah infrastruktur TI yang konservatif dan kaku serta ledakan data, sehingga mengakibatkan pengambilan keputusan yang beresiko dan bersifat reaktif, Smarter Computing diterapkan sebagai salah satu cara untuk mengatasi tantangan-tantangan ini. Agar dapat mengelola luapan data ini dengan baik, bisnis saat ini harus mengembangkan dan mengimplementasikan infrastruktur penyimpanan yang efisien, di samping memastikan data tersebut dilindungi dan dikelola dengan baik. Pendekatan ini juga merupakan bagian dari inisiatif untuk mempercepat pengimplementasian Smarter Computing, khususnya strategi IBM Smarter Storage yang terbaru.
Serupa dengan Smarter Computing, Smarter Storage adalah suatu pendekatan untuk merancang, menyebarkan dan mengelola infrastruktur penyimpanan, serta suatu pendekatan yang lebih pintar, efisien dan otomatis. Pendekatan Smarter Storage ini merubah cara pandang kita terhadap penyimpanan karena memanfaatkan berbagai sistem dengan lebih efisien, serta dapat merancang dan mengoptimalkan diri dan berkamampuan awan – sehingga memungkinkan perusahaan untuk mengendalikan penyimpanan, mendapatkan wawasan yang berharga dari data yang dimilikinya, serta menghantarkan lebih banyak manfaat bagi bisnis.
“Melalui pendekatan Smarter Storage ini, para pelanggan kini dapat merancang infrastruktur penyimpanan yang memanfaatkan teknologi-teknologi canggih, seperti Real-time Compression and Automated Tiering untuk meningkatkan performa sistem – lebih cepat tapi lebih hemat biaya. Berbagai teknologi baru ini, IBM memperkokoh posisi kepemimpinannya di pasar penyimpanan untuk mengelola Big Data atau ledakan data, maupun meningkatkan efisiensi dan mengelola penyimpanan di awan," tutur Fetra Syahbana, Country Manager, Systems & Technology Group, IBM Indonesia.
IBM juga telah merayakan hari jadi inovasi magnetic tape-nya yang ke-60 di bulan Mei lalu. Inovasi ini adalah teknologi yang membantu industri fledgling electronic calculating dari era kartu coblos ke penyimpanan elektronik di awal perkembangannya dan lebih memajukannya lagi di era komputasi modern. Selain itu, ini adalah cikal bakal industri penyimpanan digital yang ada saat ini.
Untuk informasi lainnya tentang IBM, kunjungi ibm.com
*Sumber: IDC’s Asia/Pacific Quarterly External Disk Storage Systems Tracker, Q1 2012 (dirilis bulan Juni 2012)
Di Indonesia, IBM meraih posisi puncak berdasarkan pendapatan Penyimpanan Disk Eksternal secara keseluruhan dengan pangsa pasar sebesar 21,7%, 5,3 poin lebih tinggi dari pesaing terdekatnya di Kwartal pertama tahun 2012.
IBM juga memimpin pasar Penyimpanan Disk Eksternal kelas Menengah dengan pangsa pasar 22,2% (menurut pendapatan). Angka ini membuat IBM unggul 2 poin dari pesaing terdekatnya.
Semakin banyak perusahaan yang menyadari bahwa mereka harus mencari berbagai cara baru untuk mengatasi masalah infrastruktur TI yang konservatif dan kaku serta ledakan data, sehingga mengakibatkan pengambilan keputusan yang beresiko dan bersifat reaktif, Smarter Computing diterapkan sebagai salah satu cara untuk mengatasi tantangan-tantangan ini. Agar dapat mengelola luapan data ini dengan baik, bisnis saat ini harus mengembangkan dan mengimplementasikan infrastruktur penyimpanan yang efisien, di samping memastikan data tersebut dilindungi dan dikelola dengan baik. Pendekatan ini juga merupakan bagian dari inisiatif untuk mempercepat pengimplementasian Smarter Computing, khususnya strategi IBM Smarter Storage yang terbaru.
Serupa dengan Smarter Computing, Smarter Storage adalah suatu pendekatan untuk merancang, menyebarkan dan mengelola infrastruktur penyimpanan, serta suatu pendekatan yang lebih pintar, efisien dan otomatis. Pendekatan Smarter Storage ini merubah cara pandang kita terhadap penyimpanan karena memanfaatkan berbagai sistem dengan lebih efisien, serta dapat merancang dan mengoptimalkan diri dan berkamampuan awan – sehingga memungkinkan perusahaan untuk mengendalikan penyimpanan, mendapatkan wawasan yang berharga dari data yang dimilikinya, serta menghantarkan lebih banyak manfaat bagi bisnis.
“Melalui pendekatan Smarter Storage ini, para pelanggan kini dapat merancang infrastruktur penyimpanan yang memanfaatkan teknologi-teknologi canggih, seperti Real-time Compression and Automated Tiering untuk meningkatkan performa sistem – lebih cepat tapi lebih hemat biaya. Berbagai teknologi baru ini, IBM memperkokoh posisi kepemimpinannya di pasar penyimpanan untuk mengelola Big Data atau ledakan data, maupun meningkatkan efisiensi dan mengelola penyimpanan di awan," tutur Fetra Syahbana, Country Manager, Systems & Technology Group, IBM Indonesia.
IBM juga telah merayakan hari jadi inovasi magnetic tape-nya yang ke-60 di bulan Mei lalu. Inovasi ini adalah teknologi yang membantu industri fledgling electronic calculating dari era kartu coblos ke penyimpanan elektronik di awal perkembangannya dan lebih memajukannya lagi di era komputasi modern. Selain itu, ini adalah cikal bakal industri penyimpanan digital yang ada saat ini.
-ooOOoo-
Tentang IBM Untuk informasi lainnya tentang IBM, kunjungi ibm.com
*Sumber: IDC’s Asia/Pacific Quarterly External Disk Storage Systems Tracker, Q1 2012 (dirilis bulan Juni 2012)
Rabu, 13 Juni 2012
IBM CEO Study 2012: Mengembangkan Budaya Kolaborasi
Para CEO di Kawasan ASEAN Gemar Menggunakan
Jaringan Sosial dan Fokus pada Kolaborasi
Keunggulan dari tren yang berkembang cepat ini sangat nyata. Menurut IBM CEO study, perusahaan-perusahaan yang dapat mengungguli pesaing-pesaingnya 30 persen lebih mampu mengidentifikasi keterbukaan – yang seringnya dibarengi oleh penggunaan media sosial secara luas sebagai pendorong utama kolaborasi dan inovasi – faktor utama yang mempengaruhi perusahaan mereka.
Para CEO juga mengadopsi model kerja yang baru untuk memanfaatkan collective intelligence yang dimiliki perusahaan dan jaringannya. Dengan demikian, mereka dapat memunculkan ide-ide dan solusi-solusi baru guna meningkatkan profitabilitas dan pertumbuhan.
Memanfaatkan Jaringan Sosial
Untuk mempererat hubungan dengan pelanggan, mitra dan karyawan generasi baru di waktu mendatang, para CEO juga menggeser perhatian mereka dari email dan telepon sebagai sarana komunikasi ke jaringan sosial sebagai cara baru untuk menjalin hubungan langsung. Saat ini, hanya 16 persen CEO yang menggunakan platform social business untuk berhubungan dengan pelanggan secara individual, tetapi angka ini diperkirakan akan melonjak menjadi 57 persen dalam waktu tiga hingga lima tahun mendatang. Tren ini semakin kentara di kawasan ASEAN, dimana penggunaan jaringan sosial diramalkan akan meningkat menjadi 68 persen dari 25 persen saat ini, seiring dengan rencana para CEO di kawasan ASEAN untuk beranjak dari cara-cara konvensional ke media sosial sambil tetap menjalin hubungan tatap muka.
Setelah berpuluh-puluh tahun bekerja dengan kendali top-down, pergeseran ini memiliki ramifikasi yang cukup substansial -- bukan hanya bagi para CEO saja – tetapi juga bagi perusahaan, para manajer dan karyawan, selain perguruan tinggi dan sekolah-sekolah tinggi bisnis dan para pemasok teknologi informasi. Penelitian IBM membuktikan bahwa teknologi dipandang sebagai sarana yang dahsyat untuk merestrukturisasi perusahaan. Lebih dari setengah CEO (Global: 53 persen, ASEAN: 53 persen) berencana untuk menggunakan teknologi untuk memfasilitasi kemitraan dan kolaborasi yang lebih luas dengan pihak eksternal. Sementara itu, 52 persen (ASEAN: 47 persen) menggeser perhatian mereka untuk mempromosikan kolaborasi internal yang baik.
“Para CEO menyadari bahwa saat ini pengendalian yang ketat tidak dapat mendorong inovasi dan performa keuangan. Bahkan, para pemimpin perusahaan telah membuktikan sendiri bagaimana jaringan sosial yang dinamis dapat digunakan sebagai landasan yang kuat untuk berkolaborasi dengan baik. CEO di kawasan ASEAN, terutama, gemar memanfaatkan jaringan sosial dan berfokus pada kolaborasi – baik secara internal maupun eksternal, dengan para pelanggan dan mitra,” tutur Shyam R Mamidi, Consulting Services Leader, Global Business Services, IBM ASEAN.
Namun demikian, keterbukaan juga mengandung resiko dan menimbulkan kerentanan. Internet – terutama melalui jaringan sosial – dapat mewujudkan berbagai jenis interaksi karyawan, baik positif maupun negatif. Agar perusahaan dapat beroperasi dengan baik di lingkungan ini, karyawan harus mengikuti prinsip-prinsip yang dapat digunakan untuk memperbaiki proses pengambilan keputusan.
Fokus pada Kolaborasi
Lebih banyak CEO di kawasan ASEAN, dibanding rekan mereka di tingkat global, yang menganggap kecakapan antar-pribadi dalam berkolaborasi (Global: 75 persen, ASEAN: 87 persen) dan kreativitas (Global: 61 persen, ASEAN: 72 persen) sebagai pendorong utama untuk mendorong karyawan meraih sukses ketika bekerja di lingkungan yang rumit dan terinterkoneksi.
“Karena mereka ingin mewujudkan keterbukaan yang lebih luas, para CEO ini mencari karyawan yang mau bekerja dalam lingkungan seperti ini. Para CEO menginginkan karyawan yang mampu terus memperbaharui diri. Para karyawan ini harus merasa nyaman jika terjadi perubahan; mereka harus juga dapat belajar sambil jalan, kadang belajar cepat dari orang lain,” tutur Widita P Sardjono, Country Manager, Global Business Services, IBM Indonesia.
Untuk membangun tenaga kerja generasi mendatang, perusahaan harus secara aktif merekrut dan mempekerjakan orang-orang yang dapat bekerja optimal dalam lingkungan berbasis tim yang terbuka. Di saat yang sama, pemimpin perusahaan juga harus membangun dan memupuk berbagai praktek yang mendukung karyawan untuk meraih sukses, seperti merangsang pengembangan tim-tim yang tidak konvensional, mempromosikan teknik-teknik pembelajaran dari pengalaman dan mendukung penggunaan jaringan karyawan bernilai tinggi.
Tren mewujudkan kolaborasi yang lebih luas ini juga merambah keluar perusahaan melalui hubungan kemitraan eksternal. Kemitraan kini sedang mengalami masa jaya. Lebih dari dua per tiga CEO Global (69 persen) yang diwawancarai IBM berencana untuk menjalin kemitraan secara ekstensif. Di ASEAN, angkanya lebih tinggi (79 persen), dan CEO di kawasan ini memasukkan kemitraan ke dalam strategi inovasi inti mereka.
Temuan Lainnya
Sejak penelitian IBM CEO Study ini dimulai, teknologi – secara luas – semakin penting di mata CEO. Saat ini, 71 persen CEO Global menganggap teknologi sebagai faktor utama yang mempengaruhi masa depan perusahaan mereka dalam waktu tiga tahun mendatang – suatu agen perbedaan yang lebih besar dari pada perekonomian dan kondisi pasar yang berubah-ubah
Melihat ledakan data yang dihadapi sebagian besar perusahaan, para CEO juga menyadari mereka membutuhkan business analytics yang lebih canggih untuk menggali data yang dilacak secara online, di ponsel dan situs media sosial. Tujuh dari sepuluh CEO (Global: 73 persen, ASEAN: 73 persen) meningkatkan investasi mereka guna mengembangkan kemampuan perusahaan untuk meraih wawasan pelanggan yang berharga dari data yang ada.
Sementara para CEO ASEAN sepakat bahwa teknologi (68 persen) adalah faktor penting yang mempengaruhi perusahaan mereka, mereka menganggap kecakapan manusia (87 persen, Global: 69 persen) sebagai faktor terpenting, diikuti oleh faktor pasar (74 persen, Global: 68 persen). Kecakapan manusia semakin mendapat tempat di negara-negara ASEAN karena kawasan ini mengalami perkembangan pengalaman sebagai akibat dari kekurangan SDM yang cakap. Perang memperebutkan talenta semakin sengit jika kita lihat bagaimana para pemimpin perusahaan di kawasan ini (ASEAN: 72 persen, Global: 71 persen) juga menganggap SDM sebagai faktor terpenting untuk mempertahankan nilai ekonomi perusahaan mereka.
Tentang IBM 2012 Global CEO Study
Penelitian ini adalah edisi kelima dari rangkaian IBM Global CEO Study yang diadakan dua tahun sekali. Agar dapat lebih memahami tantangan dan sasaran CEO masa kini, konsultan-konsultan IBM mewawancari sampel dari para CEO ini secara langsung. Antara bulan September 2011 dan Januari 2012, IBM mewawancarai sebanyak 1.709 CEO dan pemimpin-pemimpin di sektor publik untuk lebih memahami rencana dan tantangan mereka di waktu mendatang dalam perekonomian yang semakin terhubung.
Akses temuan penelitian ini dan studi kasusnya di http://www.ibm.com/ceostudy
Langganan:
Postingan (Atom)