Kamis, 19 April 2018

Garuda Indonesia Laksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2018

Cengkareng, 19 April 2018 – Bertempat di Auditorium Gedung Manajemen Garuda City Center, Cengkareng, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada hari ini Kamis (19/4) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dihadiri/diwakili oleh pemegang 22.232.266.133 lembar saham atau 100 persen dari keseluruhan pemegang saham Garuda. RUPS Tahun 2018 ini merupakan yang ketujuh kalinya yang diselenggarakan Perseroan sejak melaksanakan IPO pada Februari 2011.
Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury pada kesempatan tersebut mengatakan, sejalan dengan dinamika industri penerbangan di tahun tahun mendatang yang semakin kompetitif, akselerasi bisnis perusahaan juga turut harus dikembangkan. Melalui struktur manajemen baru tersebut diharapkan dapat mendukung upaya perseroan dalam mengakselerasi kinerja bisnis yang dijalankan.
"Kami berterima kasih kepada seluruh jajaran manajemen serta jajaran pemegang saham yang terus mendukung upaya perusahaan menghasilkan output bisnis yang sustainable", papar Pahala.
Memasuki tahun 2018 yang disambut dengan iklim industri penerbangan yang semakin penuh tantangan, perusahaan menargetkan pertumbuhan kapasitas penumpang hingga mencapai 9-10 persen. Pencapaian tersebut tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan khususnya melihat proyeksi nilai tukar mata uang asing dan harga bahan bakar pesawat yang masih fluktuatif.
Sesuai keputusan RUPST tersebut, maka dilakukan pemberhentian dengan hormat terhadap Direktur Produksi Garuda Indonesia Puji Nur Handayani, serta penyesuaian struktur direksi baru yang akan bertugas mendampingi Direktur Utama.
Dengan demikian, maka susunan Direksi Garuda Indonesia sesuai hasil RUPST adalah sebagai berikut:
Direktur Utama : Pahala N. Mansury
Direktur Operasi : Triyanto Moeharsono
Direktur Teknik : I Wayan Susena
Direktur Umum dan SDM : Linggarsari Suharso
Direktur Niaga Domestik : Nina Sulistyowati
Direktur Kargo & Niaga Internasional : Sigit Muhartono
Direktur Layanan: Nicodemus P. Lampe
Direktur Keuangan & Manajemen Resiko : Helmi Imam Satriyono
Sementara itu, sesuai dengan agenda RUPS 2018 tersebut susunan Dewan Komisaris Garuda Indonesia juga mengalami perubahan dengan masuknya sejumlah nama baru menggantikan komposisi dewan komisari sebelumnya sebagai berikut :
Komisaris Utama & Independen: Jusman Syafii Djamal
Komisaris Independen : Hasan M. Soedjono
Komisaris Independen : Herbert Timbo Parluhutan Siahaan
Komisaris : Luky Alfirman
Komisaris : Chairal Tanjung
Komisaris : Dony Oskaria
Komisaris : Muzaffar Ismail
Sementara itu, sesuai dengan agenda yang telah ditetapkan, RUPST Garuda yang dilaksanakan pada hari ini, telah menyetujui beberapa hal sebagai berikut:
Persetujuan Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2017, Pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Perseroan serta Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017, sekaligus pemberian pelunasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama Tahun Buku 2017;
Penetapan Remunerasi (Gaji/Honorarium, Fasilitas dan Tunjangan) Tahun Buku 2018;
Penunjukan Kantor Akuntan Publik Untuk Mengaudit Laporan Keuangan Perseroan serta Laporan Keuangan Pelaksnaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Perseroan Tahun Buku 2018;
Laporan Penggunaan Dana Penawaran Umum Saham Perdana dan Laporan Hasil PelaksanaanManagement and Employee Stock Options Program (MESOP);
Perubahan Anggaran Dasar Perseroan;
Pengukuhan Pemberlakuan Peraturan Menteri BUMN No. PER-02/MBU/07/2017 tentang Perubahan kedua atas Peraturan Menteri BUMN No. PER-09/MBU/07/2015 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan Badan Usaha Milik Negara.
Pengukuhan Pemberlakuan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-03/MBU/08/2017 tentang Pedoman Kerja Sama Badan Usaha Milik Negara. Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-04/MBU/09/2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-03/MBU/07/2015 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan Badan Usaha Milik Negara.
Perubahan Pengurus Perseroan
Adapun melalui agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), pemegang saham juga menyetujui transaksi material penerbitan Global Bonds dengan jumlah maksimum sebesar UDS 750.000.000.
Dalam rangka memperkuat kinerja keuangan dan operasional perusahaan secara berkelanjutan, Garuda Indonesia bersama jajaran anak perusahaan diawal tahun 2018 mencanangkan strategi bisnis jangka panjang bertajuk “Sky Beyond 3.5” yang akan menjadi value-driven Garuda Indonesia aviation group dengan target valuation Garuda Group sebesar USD 3.5 Milyar pada tahun 2020. Selain itu, Garuda Indonesia Group melalui "Sky Beyond 3.5"di tahun 2020 turut menargetkan profit perusahaan yang diestimasikan mencapai USD 170 juta dengan jumlah penumpang mencapai 45 juta orang serta turut memperkuat capaian tingkat ketepatan waktu hingga 92 persen dengan standarisasi layanan bintang 5.

Rabu, 18 April 2018

BRI Luncurkan Kartu Kredit Traveller "Wonderful Indonesia"

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. bersinergi dengan Kementerian Pariwisata RI meluncurkan Kartu Kredit BRI Wonderful Indonesia. Diselenggarakan di Candi Borubudur, Rabu (18/04), dan dihadiri oleh Priyantono Rudito selaku Direktur Eksekutif Co Branding Wonderful Indonesia, Esty Reko Astuty selaku  Staff Ahli Menteri Bidang Multikultural Kemenpar, serta Direktur Konsumer BRI Handayani acara launching ini merupakan dukungan nyata perseroan untuk mendukung target 270 juta wisatawan nusantara (Wisnus) di tahun 2018.
Handayani menambahkan, peluncuran KK BRI Wonderful Indonesia merupakan tindak lanjut PKS yang sebelumnya telah ditandatangani oleh BRI dengan Kemenpar pada medio Desember 2017. “Melalui launching ini kami juga ingin berperan semakin mempopulerkan brand Wonderful Indonesia,” imbuhnya.
Wonderful Indonesia merupakan brand yang diciptakan sebagai identitas Indonesia yang merepresentasikan daya tarik keindahan alam, keanekaragaman budaya, dan keramahtamahan masyarakat Indonesia maupun fasilitas pariwisata menarik lainnya.
“Untuk mewujudkan brand Wonderful Indonesia di pasar global dan domestic dibutuhkan kebersamaan dan sinergi seluruh elemen bangsa dalam kerangka Indonesia Incorporated. Dengan kolaborasi dan bekerja bersama-sama, salah satunya hari ini dengan Bank BRI, kita akan Bigger-Broader-Better together,” urai Arief Yahya.
Handayani menambahkan, salah satu target yang disasar oleh produk ini adalah generasi millenial serta pekerja. “KK BRI ini memang kita desain secara khusus, yakni bergambar destinasi wisata pilihan di Indonesia agar generasi millenial yang notabene hobi traveling menjadi tertarik,” imbuhnya. Terdapat 4 pilihan jenis KK BRI Wonderful Indonesia, diantaranya bergambar Candi Borobudur, Kawasan Wisata Bromo-Tengger-Semeru, Danau Toba, serta Kawasan Ekonomi Mandalika.
Selain memiliki desain khusus, KK BRI Wonderful Indonesia juga dilengkapi fitur fitur menarik lainnya. Diantaranya dengan bertransaksi menggunakan KK BRI Wonderful Indonesia bisa memberikan keuntungan dalam bentuk Rewards Point, yang dapat diconvert ke Garuda Miles dan atau Big Point Air Asia. Selain itu, nasabah mendapatkan Doublel Point untuk transaksi di MCC Travel & Airlines,  Double Point untuk transaksi di MCC Hotel serta gratis 1.000 Garuda Miles bagi 500 nasabah pertama.
“Kartu Kredit BRI Wonderful Indonesia ini juga menawarkan program menarik antara lain “EnTRIPreneurship” yaitu program series dan berkelanjutan di mana orang yang berpergian mendapat pengalaman dan inspirasi dari tempat atau daerah yang dikunjungi. Sehingga pengguna Kartu tidak hanya menikmati waktu berlibur, namun juga mendapat inspirasi dan dapat menggali potensi atau investasi yang menghasilkan keuntungan,” urai Handayani.
Peluncuran KK BRI Wonderful Indonesia ini diharapkan mampu menopang kinerja Kartu Kredit Bank BRI. Hingga kuartal I 2018, tercatat hampir 1,5 juta kartu kredit Bank BRI telah beredar di masyarakat. “Kami optimis di tahun 2018 dapat menerbitkan setidaknya 300.000 KK BRI baru atau tumbuh sekitar 20 persen,” pungkas Handayani.

Selasa, 17 April 2018

Ke Muara Gembong, Menteri Rini Pastikan Lahan Tambak Memberikan Manfaat Bagi Kesejahteraan Masyarakat

BEKASI, 17 April 2018 – Dalam rangka mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan hutan negara dan pertumbuhan ekonomi masyarakat, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno meninjau langsung kawasan Perhutanan Sosial Muara Gembong di Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat pada Selasa (17/04/2018).

Dalam kunjungan ini, Menteri Rini melakukan  penebaran benih udang di area tambak nelayan untuk memastikan lahan tambak telah siap  digarap dan dikelola, serta memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat setempat. Secara simbolis, benih udang ditaburkan di area  tambak Cluster I pada petak 2B dan 3A dengan jenis udang adalah udang vanname. 

“Saya ingin memastikan bahwa lahan hutan negara yang telah diberikan  betul-betul bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Pemerintah juga terus menjamin bahwa pengawasan dari pelaksanaan program-program yang dijalankan terus dilakukan dan benar-benar membawa manfaat bagi perekonomian masyarakat,” kata Rini.

Selain memberikan bantuan benih dan bibit udang ke petani penggarap, dukungan bagi pelaksanaan program hutan sosial di Muara Gembong juga dilakukan dengan program revitalisasi lahan tambak dan perbaikan infrastruktur pendukung di area tambak. Revitalisasi dilakukan sejalan dengan kendala cuaca dan banjir yang mengganggu kelangsungan hidup benih udang. Salah satunya dengan melakukan penanaman tanaman Mangrove  sebanyak 8.250 pohon dan perbaikan-perbaikan infrastruktur pendukung di area tambak.

Perbaikan infrastruktur yang dilakukan antara lain melalui perbaikan dan pengerasan jalan, pengadaan dan instalasi jaringan listrik, serta pengadaan infrastruktur pendukung tambak seperti pembangunan saung, menara pantau , kincir air fishery, pompa air, genset, rumah genset dan tempat penampungan hasil tambak.

“Semoga berbagai perbaikan dan revitalisasi yang dilakukan bisa memberikan solusi dan manfaat bagi petani untuk kelangsungan kegiatan di area tambak. Pelatihan dan pendampingan bagi petani tambak juga penting dilakukan agar program ini terus berlangsung dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang ,” tegas Rini. 

Sebagai informasi, di Kecamatan Muara Gembong, Perhutani tercatat memiliki lahan seluas 11.655 Ha dengan lahan potensi garap seluas 2.036 Ha. Perhutani telah mengalokasikan lahan seluas 830,55 Ha sebagai Demonstration Plot (Demplot) dari Program Perhutanan Sosial dimana terdapat 2 Pilot Project  dia atas lahan seluas 80,9 Ha.

Optimalisasi lahan tambak Muara Gembong ini diarahkan untuk pengembangan budidaya udang intensif, budidaya polikultur dan pengembangan silvofishery atau integrasi budidaya ikan (70%) dengan mangrove (40%) dengan metode semi intensif.

Dalam pelaksanaannya, BUMN bersinergi mendukung pelaksanaan program Perhutanan Sosial Muara Gembong antara lain, Perhutani menyediakan lahan area tambak, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bertindak sebagai bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani tambak dan Perum Perindo sebagai offtaker hasil produksi panen.

Bank Mandiri mencatat hingga saat ini, penyaluran KUR telah dilakukan kepada 8 petani penggarap yang mengelola lahan tambak seluas 17,2 Ha dengan jumlah penyaluran sebesar Rp 120 juta/petani. 

Pemberian KUR hanya dilakukan jika petani penggarap telah mendapat bibit dan pakan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan persyaratan lain seperti pembuatan dan infrastruktur tambak telah selesai dilakukan.

Bank Mandiri memproyeksi, dengan skema pembiayaan KUR, maka keuntungan yang diperoleh  petani tambak dengan luas area tambak 1.000 m2 adalah sebesar Rp 3,23 juta per bulan untuk setiap petambak. 
Keuntungan yang diperoleh petani tambak dengan luas area tambak 4.000 m2 diproyeksi sebesar Rp 12,92 juta per bulan untuk setiap petambak.

Sementara keuntungan yang diperoleh petani tambak dengan luas area tambak 8.000 m2 diproyeksi sebesar Rp 25,84 juta per bulan untuk setiap petambak. Semua proyeksi keuntungan tersebut telah memperhitungkan biaya operasional dan biaya bunga KUR yang harus dibayar petambak.

Program Padat Karya Tunai

Setelah meninjau area tambak, Menteri Rini melanjutkan kunjungan di Kecamatan Muara Gembong dengan meninjau langsung program padat karya tunai,  sebagai bentuk dukungan pemerintah bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

Program Padat Karya Tunai merupakan salah suatu program pemberdayaan masyarakat desa khususnya yang miskin dan marginal yang bersifat produktif dengan mengutamakan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja, dan teknologi lokal untuk memberikan tambahan upah/pendapatan, meningkatkan daya beli dan mengurangi kemiskinan.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Rini turun menyapa 200 warga yang terlibat dalam kegiatan ini, yang antara lain melakukan pembersihan saluran irigasi dan penataan jalan dan perbaikan infrastruktur di Madrasah Nurul Komar yang letaknya berdekatan dengan tempat penampungan hasil tambak yang disediakan bagi para petani tambak.

“Semoga program ini memberikan manfaat bagi masyarakat dan saya terus memberikan dorongan bagi BUMN untuk terus memberikan dukungan nyata bagi perbaikan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat melalui padat karya tunai ini,” kata Rini.

Setelah  meninjau program padat karya tunai, Menteri Rini mengakhiri kunjungannya ke Muara Gembong dengan memberikan dukungan dan kepedulian bagi masyarakat sekitar dengan mengunjungi rumah salah seorang  karyawan Bank Mandiri di Muara Gembong.  

Secara simbolis Menteri Rini memberikan bantuan berupa perbaikan (renovasi) rumah karyawan tersebut. Bantuan serupa juga diberikan kepada 7 Guru di SDN Pantai Bahagia 01, Muara Gembong, termasuk juga bantuan sarana pendukung bagi siswa/i di sekolah tersebut.

Senin, 16 April 2018

Industri 4.0 Ciptakan Efisiensi Produksi dan Profesi Baru

Implementasi Industri 4.0 akan membawa beberapa perubahan paradigma, baik itu cara bekerja, proses manufaktur, keterampilan sumber daya manusia yang dibutuhkan, maupun cara konsumsi. Untuk itu, melalui peta jalan Making Indonesia 4.0, Indonesia telah menetapkan sejumlah strategi agar siap dan mampu menghadapi dampak dari revolusi industri keempat tersebut.

“Pada prinsipnya, memasuki era revolusi industri keempat, perubahan yang dibawa adalah peningkatan efisiensi yang setinggi-tingginya di tiap tahapan rantai nilai proses industri,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika menjadi narasumber pada diskusi Forum Merdeka Barat 9 di Jakarta, Senin (16/4).

Menurut Menperin, setiap tahapan manufaktur di era digital saat ini, harus menghasilkan nilai tambah yang tinggi. “Jika tidak, maka tahapan tersebut harus dihilangkan. Sehingga di era Industri 4.0 memiliki rantai nilai yang seramping-rampingnya dengan peningkatan nilai tambah produk yang setinggi-tingginya dan dengan kualitas yang lebih baik,” tuturnya.

Dalam setiap tahapan revolusi indutri mulai dari yang pertama hingga saat ini memiliki tantangan dan dampak berbeda. Revolusi industri pertama pada abad ke-18, ditandai dengan penemuan mesin uap untuk upaya peningkatkan produktivitas yang bernilai tambah tinggi. Misalnya di Inggris, saat itu, perusahaan tenun menggunakan mesin uap untuk menghasilkan produk tekstil.

“Tetapi di Indonesia, saat ini masih ada yang menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). Selain itu, di perusahaan rokok kretek, masih menggunakan mesin lintingan tangan. Jadi, semua itu menggunakan teknologiyang bersifat padat karya. Pemerintah mempunyai keberpihakan untuk melindungi teknologi tersebut, terutama untuk menyerap tenaga kerja,” paparnya.

Pada revolusi industri kedua pada tahun 1900-an, ditandai dengan ditemukannya tenaga listrik. Menurut Menperin, pada fase ekonomi ini, beberapa industri di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup signfikan, seperti sektor agro dan pertambangan. Jadi, revolusi yang kedua ini terkait dengan teknologi di lini produksi,” jelasnya.

Kemudian, di era revolusi industri ketiga, saat otomatisasi dilakukan pada tahun 1970 atau 1990-an hingga saat ini karena sebagian masih berjalan. “Jadi pada saat memasuki revolusi industri ketiga, memang penyerapan tenaga kerja masing-masing di industri sudah berbeda. Sehingga, ini kita bedakan ada yang kelompok industri labour intensive,” ujar Airlangga.

Pada revolusi industri keempat, Menperin menyampaikan, efisiensi mesin dan manusia sudah mulai terkonektivitas dengan internet of things. “Hari ini kita berbicara otomatisasi yang berbasis pada data dan internet, dan ini yang dilakukan di era Industri 4.0. “Kalau dahulu, di dalam manufaktur, produsen dan konsumen terpisah. Tetapi saat ini, memungkinkan adanya co-creation antara pembeli dan produsen yang dapat menumbuhkan mikromanufaktur,” imbuhnya.

Airlangga juga menjelaskan, perbedaan penerapan Industri 3.0 dengan Industri 4.0 adalah dari faktor penggeraknya. Industri 3.0 digerakkan oleh profit, sedangkan 4.0 lebih didorong oleh harga dan biaya. “Bedanya Industri 3.0 dengan 4.0 adalah value chain-nya. Banyak produk-produk yang dari cost itu tentunya berujung pada value added dan supply chain," terangnya.

Di samping itu, hasil studi yang dilakukan oleh Boston Consulting Group terhadap industri yang ada di Jerman, yakni bahwa permintaan tenaga kerja akan meningkat secara signifikan pada segmen R&D dan pengembangan software hingga 96 persen.

Kemudian, akan muncul permintaan jenis pekerjaan baru yang kompatibel dengan system Industri 4.0di antaranya adalah profesi industrial data scientist dan masih banyak lagi,” ungkapnya. Diproyeksi, beberapa pekerjaan baru yang terkait dengan pengembangan internet of things, antara lain professional tribercloud architectindustrial network engineermachine learning scientistplatform developervirtual reality designremote health carerobotics specialist, dan cyber security analyst.

Pentingnya inovasi dan vokasi
Menperin mengatakan, salah satu pendorong keberhasilan dalam upaya mengimplementasikan Industri 4.0 adalah inovasi yang dihasilkan. Saat ini, tingkat inovasi Indonesia masih berada pada level 0.3 persen, sedangkan agar bisa unggul dalam bersaing dibutuhkan tingkat inovasi 2 persen.

“Ini akan ditingkatkan dengan cara memperkuat peran perguruan tinggi. Dari sanalah diharapkan tercipta inovasi yang akan mendorong efektivitas industri," tuturnya. Menurut Airlangga, faktor inovasi menjadi penting dalam rangka memaksimalkan nilai tambah pada setiap tahapan rantai industri.

Langkah lain yang juga penting diupayakan adalah produktivitas pekerja. Hal ini akan dibenahi dengan meningkatkan program pendidikan vokasi. “Industri 4.0 akan membuat kontribusi manufaktur akan mencapai 25 persen pada 2030 dan menyumbangkan peningkatan pertumbuhan hingga 1-2 persen," tandasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Ngakan Timur Antara, bahwa Pemerintah mendorong kegiatan program vokasi oleh industri dengan memberikan insentif penggurangan pajak hingga 300 persen.

Ngakan menambahkan, inovasi juga menjadi penting dilakukan melalui kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang). “Di mana industri yang melakukan litbang akan mendapat insentif berupa penggurangan pajak hingga 200 persen 300 persen,” katanya.
Lebih jauh, Ngakan mengatakan, pemerintah tengah menggagas agar belanja riset dapat ditingkatkan menjadi 2 persen dari PDB. “Kalau itu bisa dilakukan hingga tahun 2030, maka aktivitas riset dipandang sudah bisa mendukung revolusi industri 4.0,” tegasnya.

Di samping itu, dalam upaya memasuki Industri 4.0, pemerintah pun aktif menarik investasi baru dan mendorong industri berekspansi. “Sejauh ini memang sudah ada kajian investasi yang dibutuhkan untuk menghadapi Industri 4.0, yakni dengan menguraikan sektor-sektor industri mana yang diunggulkan. investasi menjadi agenda semua pihak demi mengejar daya saing dan peningkatan ekspor,” paparnya.

Berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, terdapat lima sektor industri yang akan menjadi pendorong dan percontohan dalam penerapan Industri 4.0. Lima sektor tersebut adalah industri makanan dan minuman, kimia, tekstil, elektronik, dan otomotif.

Salah satu, perusahaan teknologi multinasional Apple Inc akan menambah pusat risetnya di Indonesia. Setelah di BSD Tangerang, Banten, Apple bakal membangun tiga pusat inovasinya di Indonesia. Pusat inovasi di Indonesia ini sebagai lokasi pertama di Asia dan yang ketiga sesudah Brasil dan Italia.

Masuknya Apple ke Indonesia merupakan salah satu langkah pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain dalam Revolusi Industri 4.0. Bahkan, dengan masuknya perusahaan teknologi digital tersebut, akan mampu membuka lapangan pekerjaan yang terkait Revolusi Industri 4.0, terutama di sektor teknologi digital. Selain itu, melalui pusat inovasi Apple, pemerintah akan mendorong Indonesia menjadi the next digital economy hub.

Ngakan menyatakan, tidak hanya Apple yang akan membuka pusat inovasiya di Indonesia, melainkan ada beberapa perusahaan di bidang yang sama akan melakun hal serupa seperti Apple. "Ya nantinya juga akan ada Samsung, Qualcomm, dan lainnya," sebutnya.

Libatkan pesantren
Pada kesempatan yang sama, Menperin mengaku siap melibatkan kalangan pesantren agar siap menyongsong era revolusi industri 4.0. Program yang digulirkan itu dinamakan Santripreneur. Upaya yang dilakukan nantinya, yakni para santri di seluruh Indonesia akan dilibatkan dalam pelatihan industri berbasis ekonomi digital.

"Nanti yang kami dorong terus adalah program Santripreneur dan digitalisasi ekonomi ke pesantren-pesantren," ujarnya.Airlangga juga menuturkan, pondok pesantren memiliki peran penting untuk mewujudkan kemandirian industri nasional.

Lebih lanjut, langkah strategis dalam pelaksanaan program Santripreneur tersebut adalah berbasis pada Business Process Outsourcing (BPO), Joint Operation, dan Capacity Building. Realisasi dari program Santripreneur ini juga adanya kerja sama dengan pelaku industri dan perbankan.

“Program Santripreneur ini, diproyeksikan bisa mendorong Industri Kecil Menengah (IKM) di dalam negeri. Sektor IKM ini dominan dalam populasi industri di Indonesia,” paparnya. Apalagi, IKM turut mendorong visi pemerintah menciptakan pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Saat ini, jumlah IKM nasional tumbuh sangat cepat. Pada tahun, 2016, pertumbuhannya mencapai 165.983 unit usaha,atau meningkat 4,5 persen dibandingkan tahun 2015. Pada 2017, jumlah IKM ditargetkan mencapai 182 ribu unit usaha dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 400 ribu orang.

Dengan berbagai program strategis tersebut, Kemenperin akan mendorong penumbuhan wirausaha baru sebanyak 5.000 unit dan pengembangan 1.200 sentra IKM pada 2017. Kemudian pada 2019, ditargetkan akan mencapai 20.000 wirausaha baru.

Tak hanya itu, IKM  juga terus meningkatkan nilai tambah di dalam negeri yang cukup signifikan setiap tahunnya. Hal tersebut, terlihat dari capaian pada 2016 sebesar Rp520 triliun atau meningkat 18,3 persen dibandingkan pada 2015.  Nilai tambah IKM pada 2014 tahun sekitar Rp373 triliun menjadi Rp439 triliun pada 2015 atau naik 17,6 persen.

Jumat, 13 April 2018

Empat Strategi Pengembangan Industri Berorientasi Ekspor

Batam - Stabilitas makroekonomi yang terjaga disertai struktur perekonomian yang kuat merupakan prasyarat untuk membawa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih kuat, berkelanjutan, berimbang, dan inklusif. 
 
Upaya untuk mencapai tujuan tersebut perlu didukung oleh surplus neraca berjalan (current account). Salah satu strategi penting yang perlu ditempuh adalah melalui percepatan pengembangan industri berorientasi ekspor. Baik itu padat karya maupun berteknologi tinggi (technology intensive), termasuk industri hilir. 
 
“Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, investasi dan ekspor perlu ditingkatkan. Tentunya didukung dengan tenaga kerja yang mempunyai produktivitas tinggi melalui pendidikan dan pelatihan vokasi,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution dalam Rapat Koordinasi Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia, Jumat (13/4).
 
Senada dengan Menko Perekonomian, Gubernur BI Agus Martowardojo juga menjelaskan 4 (empat) area yang harus diperkuat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
 
“Kita harus memperkuat infrastruktur, memperbaiki kelembagaan/institusi, memperbaiki Sumber Daya Manusia, dan meningkatkan inovasi,” kata Agus. 
 
Hadir pula dalam kesempatan  ini antara lain: Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun, Duta Besar Indonesia untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya, Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP PBPB Batam) Lukita Dinarsyah Tuwo. 
 
Menko Darmin menerangkan, untuk meningkatkan investasi dan mengembangkan industri yang berorientasi ekspor, diperlukan peningkatan daya saing melalui beberapa kebijakan utama. 
 
“Kita dorong melalui kebijakan percepatan pelaksanaan berusaha yang diatur di Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2017. Kemudian, dengan memberikan insentif fiskal berupa tax allowance dan tax holiday,” sambung Darmin. 
 
Sementara Menperin Airlangga menitikberatkan pada pembahasan roadmap (peta jalan) “Making Indonesia 4.0”. Peta jalan yang terintegrasi ini dirancang untuk mengimplementasikan sejumlah strategi dalam memasuki era industri 4.0. Kemudian dari sisi perdagangan, Mendag Enggartiasto berkomitmen untuk meningkatkan ekspor barang-barang yang bernilai tambah tinggi. 
 
Secara keseluruhan, Rapat Koordinasi ini mengidentifikasi 4 (empat) arah kebijakan utama guna mempercepat pengembangan industri berorientasi ekspor. 
 
Pertama, pengembangan kawasan industri secara menyeluruh, didukung insentif yang memadai dan infrastruktur yang berkualitas. Kedua, penyediaan sumber daya manusia yang mampu mengimbangi aplikasi teknologi dan inovasi di manufaktur. Ketiga, perluasan akses pasar melalui perjanjian perdagangan. Keempat, keterkaitan industri domestik dengan rantai nilai global. 
 
Menko Darmin juga menjadi salah satu pembicara dalam Diskusi Publik yang merupakan rangkaian acara bertajuk “Pengembangan Industri Berorientasi Ekspor melalui Perluasan Akses Pasar dan Optimalisasi Kawasan Industri” ini. 
 
****
 
CATATAN:
 
Rapat Koordinasi Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia kali ini menyepakati 4 (empat) langkah strategis. 4 langkah tersebut akan diwujudkan dalam bentuk kebijakan yang konsisten dan bersinergi sebagai berikut:
 
1.Mendorong berkembangnya industri berorientasi ekspor di daerah melalui pemberian kemudahan perizinan dan insentif fiskal, yakni dengan:
 
a)Percepatan implementasi program Online Single Submission (OSS) yang terintegrasi antara pusat dan daerah, terutama di daerah yang memiliki Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan kawasan ekonomi (Kawasan Ekonomi Khusus, Kawasan Industri, Free Trade Zone, dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional), didukung pembentukan Satuan Tugas Percepatan Implementasi Berusaha di seluruh daerah;
 
b)Penyediaan insentif fiskal yang mencakup kegiatan ekspansi bisnis, industri pionir, e-commerce, UMKM kawasan industri, kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, serta Kawasan Ekonomi Khusus; 
 
c)Penyesuaian tarif bahan baku dan barang impor/mesin yang memberi insentif berkembangnya industri manufaktur, disertai penyederhanaan proses untuk memperoleh lisensi di lokasi industri dan perijinan ekspor dan impor. 
 
2.Menurunkan biaya logistik industri domestik melalui peningkatan kapasitas dan efisiensi infrastruktur konektivitas, air dan listrik. Khusus untuk Kepulauan Riau, untuk mendukung pengembangan potensi Batam sebagai pusat industri, perdagangan dan logistik, maka diperlukan:
 
a)Percepatan realisasi rencana pengembangan Pelabuhan Batu Ampar, Tanjung Sauh dan Terminal Bandara Hang Nadim;
 
b)Pembangunan instalasi air dan transmisi listrik.
 
3.Penguatan sumber daya manusia untuk mendukung penyediaan tenaga kerja dengan skill yang sejalan dengan kebutuhan perkembangan teknologi dan otomasi proses produksi (Industry 4.0) melalui:
 
a)Penguatan kerja sama antara dunia industri dengan lembaga pendidikan untuk menyediakan pelatihan di lokasi produksi (teaching factory) disertai perbaikan fasilitas pembelajaran dan penyusunan kurikulum pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan industri prioritas nasional.
 
b)Penyediaan insentif berupa super deduction bagi industri unggulan berbasis ekspor yang melakukan research and development (R&D) dan mengembangkan pendidikan vokasi.
 
4.Perluasan pasar ekspor industri nasional dengan menambah kerja sama perjanjian perdagangan bilateral/multilateral (Free Trade Agreement-FTA dan Preferential Trade Agreement-PTA) dengan tetap mempertimbangkan kepentingan nasional, melalui: 
 
a)Percepatan proses negosiasi perjanjian kerja sama dengan pasar besar antara lain Indonesia-European Union CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement), RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership), Indonesia-Australia CEPA, di luar negara-negara Asia Tengah dan Afrika; 
 
b)Penjajakan dengan pasar-pasar baru non tradisional.

Kamis, 12 April 2018

Tingkatkan Benefit Bagi Pemegang Garuda Indonesia Citi Card, Citi Indonesia dan Garuda Indonesia Perkenalkan Kampanye "Bring More Home"

Cengkareng, 12 April 2018 - Citi Indonesia dan Garuda Indonesia hari ini kembali memperkuat kerjasama dalam hal penambahan manfaat dari Garuda Indonesia Citi Card (GICC). Pengukuhan kerjasama dilaksanakan pagi ini di Terminal 3, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta oleh CEO Citi Indonesia Batara Sianturi dan Direktur Utama PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk Pahala Nugraha Mansury, dan dihadiri oleh perwakilan VISA dan MasterCard serta jajaran direksi Citi Indonesia dan Garuda Indonesia.
GICC pertama kali hadir pada tahun 2006 sebagai kartu kredit co-branding pertama dalam kategori travel di Indonesia. Setelah lebih dari 12 tahun sejak pertama kali diluncurkan, kini GICC semakin atraktif dengan memberikan manfaat dan keuntungan tambahan untuk lebih meningkatkan kualitas pengalaman perjalanan bagi para konsumen pemegang kartu kredit GICC.
Salah satu keunggulan dari fasilitas dan keuntungan GICC adalah ekstra 20kg bagasi tambahan di atas ketentuan bagasi yang terdapat saat ini di kelas ekonomi dan bisnis, dengan menunjukkan GICC yang dimiliki. Sesuai dengan tema “Bring More Home”, nasabah dapat membawa lebih banyak barang dan cinderamata tanpa harus khawatir membayar biaya kelebihan berat pada bagasi.
CEO Citi Indonesia Batara Sianturi menyatakan, “Dalam rangka 50 tahun dedikasi Citi di Indonesia tahun ini, dengan bangga kami menambahkan Garuda Indonesia Citi Card dengan beragam keuntungan tambahan yang atraktif bagi nasabah kami. Hal ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan dari Citi untuk senantiasa menghadirkan produk inovatif serta layanan terbaik, sesuai dengan kebutuhan nasabah yang terus berkembang.”
Direktur Utama PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk Pahala Nugraha Mansury mengatakan bahwa kerjasama ini merupakan upaya berkelanjutan peningkatan layanan Garuda Indonesia untuk memberikan nilai tambah bagi para pengguna jasa melalui berbagai fasilitas yang ditawarkan oleh Garuda Indonesia Citi Card ini. “Sebagai salah satu bank yang memiliki jaringan nasabah kartu kredit terbesar di Indonesia, Citi Indonesia merupakan salah satu mitra terbaik kami dalam memberikan layanan lebih kepada para pengguna jasa. Dengan jumlah pengguna GarudaMiles lebih dari 1,7 juta saat ini, tambahan layanan ini diharapkan dapat menarik segmen market baru pengguna jasa maupun GarudaMiles members, khususnya yang berasal dari masyarakat kelas emerging affluent yang memiliki mobilitas tinggi ”. Tambah Pahala.
Para pemegang kartu Garuda Indonesia Citi Card akan menikmati fasilitas serta keuntungan antara lain*:
 Ekstra 20 kg bagasi tambahan di atas ketentuan bagasi yang terdapat saat ini di kelas ekonomi dan bisnis, dengan menunjukkan GICC yang dimiliki.
 Kenyamanan check-in melalui check-in counter khusus di Bandara Soekarno-Hatta Domestik Terminal 3 Ultimate dan check-in counter GarudaMiles Gold di bandara lainnya di Indonesia bagi konsumen dan 1 teman seperjalanan dengan kode booking tiket yang sama.
 Hemat 5% untuk pembelian tiket di kantor penjualan Garuda Indonesia dan website resmi Garuda Indonesia dengan cara memasukkan kode promo "GICC".
 3x miles untuk transaksi di Garuda Indonesia dan 2x miles untuk semua transaksi di setiap pembelanjaan Rp 20.000.
 Bonus 2.500 Miles yang akan ditambahkan apabila konsumen telah mengumpulkan 250 Miles pertama melalui Garuda Indonesia Citi Card dalam waktu 90 (sembilan puluh) hari sejak tanggal kartu kredit disetujui.
 Dapatkan 1.000 bonus miles di tiap pembaharuan kartu Garuda Indonesia Citi Card.
 Prioritas khusus bagi pemegang Garuda Indonesia Citi Card yang ada dalam daftar tunggu reservasi tiket penerbangan Garuda Indonesia.
 Panggilan boarding khusus pemegang Garuda Indonesia Citi Card di bandara-bandara tertentu bagi konsumen dan 1 teman seperjalanan dengan kode booking tiket yang sama.
Penukaran GarudaMiles dengan Award Ticket & Upgrade Award melalui kantor penjualan atau Contact Center Garuda Indonesia di 0804 1 807 807 atau (021) 2351 9999.
*Syarat dan ketentuan berlaku.  
Untuk keterangan lebih lanjut, dapat mengunjungi : https://www.citibank.co.id/gicc
Dalam acara ini, Citi Indonesia juga memperkenalkan dua program digital untuk mempermudah calon nasabah memiliki Garuda Indonesia Citi Card. Program pertama yaitu akuisisi digital dimana nasabah dapat mengajukan aplikasi kapanpun dan dimanapun secara online dengan hanya mengisi 3 informasi dengan cara yang mudah. Untuk setiap permohonan Garuda Indonesia Citi Card yang disetujui, nasabah akan menambahkan bonus GarudaMiles sebesar 12.500  yang dapat ditukarkan dengan tiket Jakarta – Hong Kong melalui program diskon bonus redemption sampai dengan 50%.
Program kedua yaitu program online Member Get Member, program referral untuk mereferensikan kerabat untuk memiliki Garuda Indonesia Citi Card dengan mudah melalui smartphone. Dalam program ini, nasabah Citi akan mendapatkan 5.000 GarudaMiles yang untuk setiap pemohon yang disetujui. Referensikan sebanyak mungkin dan dapatkan GarudaMiles yang dapat ditukarkan tiket gratis kemana saja.
Syarat dan ketentuan berlaku. Untuk keterangan lebih lanjut, dapat mengunjungi: https://www.citibank.co.id/apply-gicc dan https://www.citibank.co.id/mgm-gicc 
“Kami percaya bahwa kemitraan kami dengan Garuda Indonesia melalui Garuda Indonesia Citi Card memberikan nilai lebih sekaligus value proposition yang unik kepada para nasabah kami di Indonesia.” tutup Batara.
Tentang Citibank Indonesia
Citibank N.A., Indonesia merupakan cabang dari Citibank N.A., New York, USA. Di Indonesia, Citibank N.A., Indonesia telah berdiri sejak tahun 1968 dan dan merupakan salah satu bank berjaringan internasional terbesar di negara ini. Citibank mengoperasikan 10 cabang  di enam kota besar – Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, dan Denpasar. Di Indonesia, Citibank memiliki jaringan transaksi konsumen sekitar 33.000 titik pembayaran dan jaringan distribusi korporasi sekitar 6.000 lokasi di 34 provinsi. Citibank N.A., Indonesia tersambung dalam jaringan ATM Bersama dengan lebih dari 70.000 terminal ATM yang tersebar di berbagai lokasi di seluruh wilayah Indonesia.
Di tahun 2017, Citibank Indonesia mendapatkan penghargaan bergengsi sebagai Best Corporate/Institutional Digital Bank dan Best Consumer Digital Bank dari Global Finance Magazine, Best of the Best Philanthropy, Best Employee Volunteering dan Best Social PR Program dari Mix Magazine, Best Foreign Bank di Indonesia dari Finance Asia, Bank dengan Kepatuhan Pelaporan Terbaik di Kategori LLD (Lalu Lintas Devisa) dan DHE (Devisa Hasil Ekspor) dari Bank Indonesia, The Asset Asian Triple-A Awards sebagai Best e-Bank in Indonesia, Best Bank – Global in Indonesia, Best Corporate and Institutional Bank – Global in Indonesia, Best Corporate Bond in Indonesia, dan Best Liability Management in Indonesia serta Best Perform in Custodian Bank dan Indonesia Digital Innovation Award 2017 di kategori Bank Asing dari majalah Warta Ekonomi. Tahun 2016 ini Citibank Indonesia mendapatkan berbagai penghargaan, antara lain dari Triple-A Asset Awards sebagai  “Best e-Bank in Indonesia” dan dari Global Finance sebagai “The Best Digital Bank”, dari Finance Asia dan dari Alpha Southeast Asia sebagai “Best Foreign Bank in Indonesia”, dari majalah SWA sebagai co-winner “ Best Companies in Creating Leaders from Within”, dari majalah Warta Ekonomi sebagai “Best Digital Innovation Awards for Banking in the Category of Top 1 Foregin Bank”, dari Global Finance sebagai “Best Digital Corporate/Institutional Bank”, dari Euromoney di tingkat Asia sebagai “Best Bank for Transaction Services in Asia”, serta dari majalah Mix dalam Best Corporate Social Initiative 2016 sebagai “Best Employee Volunteering”. PT Citigroup Sekuritas Indonesia (PT CSI) memenangkan “Best Securities 2016” di kategori aset di atas Rp 1 Triliun dari Majalah Investor. 
Informasi lebih lengkap dapat diperoleh di: Website: www.citigroup.com | Twitter: @citi | Youtube: www.youtube.com/citi | Blog: http://blog.citigroup.com | Facebook: www.facebook.com/citiindonesia  | LinkedIn: www.linkedin.com/company/citi Untuk mendapatkan pengalaman perbankan digital, silahkan kunjungi www.citibank.co.id  
Citibank, N.A., Indonesia adalah bank yang telah memiliki izin usaha, terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Tentang Garuda Indonesia
Garuda Indonesia – maskapai flag carrier Indonesia – saat ini telah melayani 90 destinasi di seluruh dunia dan berbagai lokasi eksotis di Indonesia. Dengan jumlah penerbangan mencapai 600 penerbangan per hari, Garuda Indonesia memberikan pelayanan terbaik melalui konsep “Garuda Indonesia Experience” yang mengedepankan keramahtamahan dan kekayaan budaya Indonesia.
Melalui program transformasi yang berkelanjutan khususnya program pengembangan armada, sampai dengan akhir tahun 2017  Garuda Indonesia mengoperasikan sebanyak 202 pesawat (termasuk anak usaha Citilink) dengan rata-rata usia di bawah 5 tahun. Beberapa pengakuan atas keberhasilan program transformasi Garuda Indonesia” di antaranya adalah pencapaian sebagai “Maskapai Bintang Lima/5-Star Airline”, “The World’s Best Cabin Crew selama empat tahun berturutturut, yaitu tahun 2014, 2015, 2016 dan 2017”, “World’s Best Economy Class 2013”, “The Most Loved Airline 2016” dari lembaga pemeringkat penerbangan independen berbasis di London, SkyTrax. Selain itu pada tahun 2017 ini, Garuda Indonesia juga baru saja dinobatkan sebagai “TripAdvisor Travellers Choice Awards” yang diselenggarakan oleh TripAdvisor.
Garuda Indonesia merupakan anggota SkyTeam, sebuah aliansi maskapai global yang beranggotakan 20 anggota maskapai yang menawarkan jaringan global dengan lebih dari 16,609 penerbangan setiap harinya ke 1.074 destinasi di 177 negara. 

Rabu, 11 April 2018

HK Realtindo Gandeng Airy Rooms Jadi Mitra Pengelola Apartemen Setara Hotel

JAKARTA - Indonesia, dengan pertumbuhan populasi kelas menengah dan penetrasi internet yang meningkat, memiliki potensi sebagai pasar yang besar untuk pertumbuhan berbagai perusahaan rintisan atau startup.
Peningkatan jumlah pengguna internet berdampak pada perubahan perilaku masyarakat. Berbagai aktivitas dari berbelanja sampai pencarian transportasi yang biasanya dilakukan secara offline sekarang mulai pindah ke ranah online. Pencarian akomodasi juga termasuk dalam aktivitas yang berpindah ke ranah online ini. Harga-harga yang bersaing, kemudahan bertransaksi hingga banyaknya alternatif menjadi faktor pendukung berpindahnya masyarakat ke dunia online. Dengan banyaknya alternatif, jaminan kenyamanan dan kualitas properti yang baik menjadi kunci dalam memenangkan pasar. Kerjasama antara unit properti strategis dan jaringan penyedia akomodasi menjadi sangat potensial.
Potensi kerjasama tadi disadari oleh HK Realtindo sebagai pengembang properti terkemuka di Indonesia. Sebagai langkah strategis, HK Realtindo menggandeng Airy Rooms terkait pengelolaan dan pemasaran unit apartemen menjadi akomodasi yang setara dengan hotel. Kerjasama ini dapat memberi nilai lebih di tengah persaingan ketat bisnis properti saat ini khususnya dengan maraknya pertumbuhan hunian bertingkat. Kerjasama ini juga menjadi sangat penting karena keadaan pasar dan pelanggan yang makin jeli menuntut para developer untuk terus berinovasi dan mengembangkan ide-ide baru yang kreatif.
PT HK Realtindo (HKR), yang merupakan anak perusahaan milik PT Hutama Karya (Persero) yang bergerak dibidang pengembang properti dan PT. Airy Nest Indonesia (Airy Rooms) sebagai Accomodation Network Orchestrator (ANO) yang menghubungkan pelanggan dengan kamarkamar setara hotel di seluruh Indonesia pada Selasa (10/4) kemarin melakukan penandatangan Nota Kesepahaman Rencana Kerjasama atau Memorandum of Understanding (MOU) Pengembangan Unit Apartemen milik PT HK Realtindo yang dilakukan oleh Direktur Utama HK Realtindo, Bapak Koentjoro dan Direktur Utama Airy Rooms, Danny Handoko di kantor Pusat Airy Rooms, Jakarta.
Kolaborasi ini dilakukan guna memperluas jalur pemasaran produk properti HKR khususnya dalam meningkatkan pendapatan berulang (recurring income). Pada tahap awal, Airy Room akan mengelola unit dari 3 properti yang berbeda. Properti-properti tersebut mencakup:
 The H Residence@Kemayoran - Amethyst Tower, yang merupakan apartemen premium di kawasan Kemayoran Jakarta Pusat, hanya beberapa menit menuju pusat gaya hidup Jakarta International Expo.
 The Enviro Apartment terletak di jantung Kota Jababeka Cikarang (Medical City Area) yang terintegrasi dengan daerah komersial di kawasan Jababeka seperti Medical City, Jababeka Golf & Country Club, Mall Plaza Indonesia, President University, Al Azhar School, serta memiliki akses dari tiga pintu tol.
 Kubikahomy Apartment berlokasi tepat ditengah-tengah Central Business District Bumi Serpong Damai, walking distance ke AEON, pusat perbelanjaan terbesar se Asia Tenggara dan International Convention Exhibition (ICE), dikelilingi oleh perkantoran, area komersial, ruko kelas atas dan perumahan berkelas menengah atas.
Melihat trend teknologi digital saat ini merupakan elemen penting yang dapat diperhitungkan untuk meningkatkan pemasaran produk, bahkan untuk produk properti. “Dengan cara ini HKR berupaya memaksimalkan peran teknologi digital yang mudah diakses dan banyak digunakan masyarakat untuk memperluas pasar sasaran bisnis properti, kami optimis dengan menggandeng Airy Rooms dapat membantu meningkatkan keuntungan dan okupansi korporasi.” ujar Koentjoro.
Danny Handoko menambahkan, “Kerjasama Airy dan HKR pada kesempatan ini merupakan kerjasama strategis untuk menyediakan best experience untuk customer. Kami melihat program Best Stay Guarantee dari kami yang menjamin kenyamanan menginap pelanggan, digabungkan dengan portofolio strategis dan berkualitas milik HKR bisa menjadi keunggulan tersendiri di mata customer. Kepercayaan HKR sebagai salah satu pengembang properti terpercaya untuk bekerjasama menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami“
Kedua belah pihak berharap kerjasama ini dapat terus berkembang pada properti-properti milik HKR lainnya, hingga mampu menjadi solusi yang diterima baik oleh masyarakat.
Tentang HK Realtindo
HK Realtindo (HKR), anak usaha PT. Hutama Karya (Persero) didirikan pada tahun 2010 dengan proyek perdananya H Tower yang berlokasi di Rasuna Said, Jakarta Selatan. Proyek H Tower Rasuna Said terbilang cukup inovatif dengan mengetengahkan konsep properti mixed-use yang terintegrasi dengan fasilitas kesehatan. H Tower Rasuna Said juga telah mendapatkan penghargaan dari Majalah Properti Indonesia sebagai Property Indonesia Award Winner – Residential Category – The Winning Concept Apartment. Situs jual beli properti terkemuka juga memberikan penghargaan untuk beberapa proyek HKR yaitu H Mansion Pejaten untuk Best On The Area Residential Jakarta, H Residence MT Haryono untuk Best On The Area Apartment Jakarta Timur, dan Olympic Residence Sentul sebagai Best On The Area Apartment Bogor & Sentul. Olympic Residence Sentul juga dinobatkan sebagai Top Property Awards 2016 untuk kategori Apartment Depok & Bogor. HKR juga dinobatkan sebagai Pengembang Paling Dikagumi dan Top 100 Most Admired Property and Bank Companies 2016. HKR juga telah mendapatkan sertifkat ISO 9001.2:2008 integrasi OHSAS 18001:2007. Semester dua 2016, HKR kembali dianugerahi penghargaan Best Product Branding di ajang BUMN Branding & Marketing Awards 2016 dan menempati juara ketiga kategori Subsidiary of State Owned Enterprise's Company dalam Indonesia Human Capital Awards 2017. Mengawali Semester dua 2017, HKR mendapat penghargaan sebagai The Most Innovative BUMN Developer pada acara Realestate Creative Awards 2017. HKR juga tercatat sebagai salah satu anak usaha BUMN konstruksi yang aktif menerapkan konsep manajemen perusahana terpadu berbasis teknologi dan komitmen mendukung kegiatan-kegiatan sosial kesyarakatan melalui program HKR Untuk Negeri.
Dengan daftar portofolio yang terus bertambah, HKR makin mantap menapaki bisnis properti Tanah Air. Sesuai dengan visi perusahaan, untuk menjadi pengembang yang handal dan terkemuka, nilai dan aset perusahan juga terus meningkat dan makin beragam. Sejak didirikan lima tahun lalu dengan modal sebesar Rp 5 Miliar, HKR terus membukukan peningkatan aset maupun laba perusahaan. Optimisme HKR di tahun 2018 didukung oleh rencana perusahaan untuk mengembangkan lahan di sepanjang proyek Tol Trans Sumatera. Selain itu, HKR juga terus berupaya meningkatkan porsi pendapatan berulang dengan menggarap industri hospitality melalui proyek hotel jaringan dengan Brand HA-KA Hotel serta pengembangan bisnis optimalisasi lahan dan recurring income di beberapa kota besar di Indonesia.