Senin, 20 November 2017

BNI Kucurkan Rp 300 Miliar Bangun Pabrik Gula Rejoso

Jakarta, 20 November 2017 --- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengucurkan kredit senilai Rp 300 miliar untuk membiayai pembangunan Pabrik Gula yang akan dikelola oleh PT Rejoso Manis Indo di Desa Rejoso, Kecamatan Binangun, Blitar, Jawa Timur. Kredit BNI ini merupakan bagian dari kredit sindikasi yang telah menghimpun pembiayaan dari beberapa lembaga keuangan termasuk BNI dengan total sebesar Rp 1,432 triliun (ekuivalen USD 110 juta).
Penandatanganan Perjanjian Kredit Sindikasi Pembangunan Pabrik Gula Rejoso dilaksanakan di Jakarta, Senin (20 November 2017). Hadir pada kesempatan tersebut Pemimpin Unit Sindikasi BNI Betty N Alwi, Pemimpin Divisi Local Corporate & Multinational Company 2 BNI Chandra, dan Direktur Utama PT Rejoso Manis Indo Hans Falita Hutama.
Dalam perjanjian kredit sindikasi ini BNI bertindak sebagai Mandated Lead Arranger (MLA) dan sebagai Agen Fasilitas. Jangka waktu kredit pada perjanjian kali ini adalah 60 bulan. “Pembiayaan BNI untuk pabrik gula ini merupakan salah satu bentuk dukungan BNI terhadap upaya ketahanan pangan,” ujar Corporate Secretary BNI Kiryanto.
Pabrik gula yang akan memproduksi gula kristal putih ini berkapasitas 15.000 Ton Cane / Day (TCD), dan dapat dikembangkan menjadi 20.000 TCD. Nilai project cost pembangunan pabrik ini adalah sebesar Rp 1,88 triliun, dimana porsi pembiayaan bank maksimum sebesar 75% dan selebihnya pembiayaan sendiri.
PT Rejoso Manis Indo merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pengolahan tebu menjadi gula kristal putih (GKP). Pabrik Gula Rejoso ini akan dibangun di atas lahan seluas +/- 196.000 m2 yang terletak sekitar 28 kilometer ke arah Timur dari Blitar. Pembangunan pabrik gula ini direncanakan akan berlangsung selama 20 bulan dan diharapkan selesai pada Desember 2018, kemudian pada Juni atau Juli 2019 telah beroperasi secara komersial.
Bahan baku utama untuk industri pengolahan gula tebu adalah tebu yang seluruhnya akan dipasok dari lahan-lahan disekitar pabrik di Blitar, yaitu Malang, Kediri dan Tulung Agung. Untuk memfasilitasi kelancaran pengadaan pasokan tebu, PT Rejoso Manis Indo juga membangun kerja sama kemitraan yang saling menguntungkan dengan petani setempat

Jumat, 17 November 2017

RSUPN Cipto Mangunkusumo Meluncurkan Program Jak-Rop: Program Mobile Retinopati Prematuritas Jakarta

Jakarta, 17 November 2017 – Bertepatan dengan Hari Prematuritas Sedunia, RSUPN Cipto Mangunkusumo hari ini meluncurkan program JAK-ROP: Program Mobile Retinopati Prematuritas Jakarta. Acara ini dihadiri oleh Staf Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Direktur Utama RSUPN Cipto Mangunkusumo, dan tamu undangan lain yakni dokter spesialis anak, dokter spesialis mata dari RSUD dan rumah sakit lain di DKI Jakarta. Narasumber acara ini adalah Prof. dr. Rita Sita Sitorus, Sp.M(K), Ph.D, pakar kesehatan mata anak dan Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) / RSUPN Cipto Mangunkusumo (RSCM), serta Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A(K), pakar bayi prematur dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM.
Pada tahun 2010, Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berjudul Born Too Soon, The Global Action Report on Preterm Birth menempatkan Indonesia di urutan ke-5 sebagai negara dengan jumlah bayi prematur terbanyak di dunia. Bayi prematur diketahui menjadi penyumbang terbesar angka kematian bayi serta cacat fisik. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 44 persen kematian bayi di dunia pada 2012 terjadi pada 28 hari pertama kehidupan (masa neonatal), di mana penyebab terbesarnya (37 persen) ialah kelahiran prematur. Prematuritas menjadi penyebab kematian kedua tersering pada balita setelah pneumonia.
Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A(K) menyampaikan bahwa di Indonesia, angka kematian bayi prematur telah berkurang berkat kemajuan pada bidang perawatan di bidang neonatal intensive care units (NICU) di rumah sakit. Di sisi lain, kejadian ROP akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya angka harapan hidup tersebut.
Bayi yang terlahir prematur (lahir dengan berat kurang dari 1500 gram atau usia kehamilan kurang dari 32 minggu) berisiko mengalami gangguan mata Retinopati Prematuritas (ROP). Prematuritas mengakibatkan pertumbuhan pembuluh darah selaput jala (retina) tidak sempurna. Gangguan mata ROP dapat terjadi dalam tahap ringan, di mana dapat mengalami perbaikan secara spontan, namun pada kasus yang berat dapat mengakibatkan lepasnya retina dan pada akhirnya mengakibatkan kebutaan permanen. Selain itu, bayi yang hidup selamat pun masih memiliki kemungkinan mengalami gangguan kognitif, penglihatan dan pendengaran. Padahal, kebutaan akibat kondisi ini sebetulnya dapat dicegah apabila deteksi dini dilakukan kepada bayi-bayi prematur ini.
Prof. dr. Rita Sita Sitorus, SpM (K), PhD, menekankan pentingnya penanggulangan kebutaan pada bayi dan anak, karena bayi yang terlahir buta atau menjadi buta setelah tumbuh menjadi anak-anak memiliki waktu hidup dengan kebutaan yang lebih lama dibandingkan mereka yang menderita kebutaan pada usia dewasa. “Walaupun angka kejadian kebutaan pada anak tidak setinggi dengan kebutaan pada orang dewasa seperti katarak, namun total beban emosional, sosial, ekonomi yang harus dibayar akibat kebutaan seorang anak terhadap keluarga, masyarakat maupun negara jauh lebih besar dibandingkan beban yang harus dibayar akibat kebutaan pada orang tua.”
RSCM telah menetapkan panduan ketat terhadap deteksi dini Retinopati Prematuritas (ROP) sehingga angka kejadian ROP di RSCM terbilang amat rendah. Namun, masih cukup banyak kasus rujukan dari rumah sakit luar dengan kondisi retinopati prematuritas, bahkan dalam stadium yang lanjut. Program JAK-ROP merupakan program jemput bola yang digagas oleh RSCM bekerja sama dengan Helen Keller International (HKI) dan Standard Chartered Bank. Nantinya, tim yang terlatih dari RSCM akan mendatangi secara aktif dan rutin rumah sakit – rumah sakit dengan membawa alat kamera retina mobile secara langsung untuk melakukan pemeriksaan kepada bayi-bayi di rumah sakit. Gambar yang didapatkan dari alat ini akan dikirimkan ke dokter spesialis mata di RSCM untuk dievaluasi tentang keadaan ROP-nya.
Bayi-bayi yang dinilai berisiko dari pemeriksaan akan dilakukan pemeriksaan lanjutan secara berkala hingga dinilai tidak memerlukan tindak lanjut, atau dirujuk ke RSCM jika memerlukan terapi lanjutan terhadap keadaan ROP-nya, seperti laser dan suntikan ke dalam bola mata.
Dody Rochadi –Country Head of Corporate Affairs dari Standard Chartered Bank menambahkan bahwa, menunjukkan kepedulian terhadap sesama dan saling bersinergi untuk bersama-sama mencegah kebutaan di Indonesia merupakan fokus utama program Seeing is Believing dari Standard Chartered Bank. Dengan terlibat dalam upaya bersama pemerintah dan mitra lainnya melalui pemberian akses pemeriksaan mata yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia ini, Standard Chartered Bank berharap inisiatif telah berjalan sejak 14 tahun lalu dapat berkelanjutan sebagai wujud komitmen Bank untuk memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program kesehatan pemerintah.
Sebagai informasi, pada Mei 2017 yang lalu, Standard Chartered Bank bersama dengan Helen Keller International telah menyerahkan satu buah kamera retina mobile, alat yang dipergunakan untuk memeriksa retina bayi lahir prematur, kepada RSCM untuk mengidentifikasi bayi prematur dengan dugaan Retinopati Prematur (ROP) dan merujuk pada pengobatan yang diperlukan.

Prateek Gupta, Country Director, Helen Keller International:
Helen Keller International (HKI) adalah lembaga non-profit yang bergerak di bidang peningkatan gizi dan kesehatan mata. Sejak tahun 1975, HKI telah bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Kesehatan, melayani lebih dari 50 juta penduduk Indonesia dalam memerangi malnutrisi, kemiskinan serta dampak dan akibat dari kebutaan.
HKI berharap dapat menyeleggarakan program yang membantu pemerintah Indonesia dalam hal identifikasi awal anakanak dengan gangguan penglihatan atau kondisi kesehatan mata lainnya yang bisa dicegah dan lebih memperluas akses pelayanan yang terjangkau dan berkualitas. Program tersebut bertujuan untuk:
1. Membuat uji coba bagi sistem penapisan bayi prematur, memastikan tindak lanjut perawatan kasus retinopati prematuritas (RP), dan ketika diperlukan, dapat memberikan pengobatan RP di Jakarta.
2. Mengembangkan dan menerapkan sistem monitoring, evaluasi dan penelitian di Sulawesi Selatan dan Jakarta yang secara teliti dan sistematis mengumpulkan bukti dan berbagi pembelajaran melalui pertemuan teknis dan kegiatan diseminasi yang mempertemukan pakar dari dalam maupun luar Indonesia.
HKI akan bermitra dengan RSCM di Jakarta untuk mengembangkan percontohan (pilot) bagi pengembangan sistem kesehatan mata guna mengatasi ROP di RSUD. HKI akan membeli kamera retina yang dapat digunakan oleh RSCM sebagai RSUD di Jakarta untuk mengidentifikasi bayi prematur yang diduga menderita Retinopati Prematuritas dan memberikan rujukan apabila diperlukan. Pelajaran yang didapat dari percontohan ini dapat menginformasikan ekspansi ke daerah lain di Indonesia.

Tentang Standard Chartered Bank – memimpin di Asia, Afrika dan Timur Tengah
Kami adalah grup perbankan internasional terdepan, dengan dukungan lebih dari 80,000 orang staf serta rekam sejarah lebih dari 150 tahun di beberapa pasar dinamis di dunia. Kami melakukan kegiatan perbankan bersama masyarakat dan perusahaan untuk giatkan investasi, perdagangan, serta penciptaan kemakmuran di Asia, Afrika dan Timur Tengah. Warisan dan nilai-nilai budaya kami tercermin melalui janji merek kami, yaitu Here for good. Standard Chartered PLC tercatat di Bursa Saham London dan Hong Kong, serta di Bursa Saham Nasional di India dan Mumbai. Sebagai salah satu bank tertua di Indonesia, Standard Chartered Bank memiliki pengalaman 154 tahun sejak memulai layanan pertama kali pada tahun 1863 lalu. Dengan dukungan 23 kantor cabang yang terletak di 6 kota besar di Indonesia dan jaringan di lebih dari 30,000 ATM Bersama, menjadikan Standard Chartered adalah salah satu bank internasional dengan rekam jejak terluas di Indonesia. Standard Chartered juga memiliki saham di PermataBank. Untuk informasi lebih lanjut harap kunjungi www.sc.com, atau blog kami, BeyondBorders. Ikuti pula akun media sosial Standard Chartered di Twitter, LinkedIn dan Facebook.

Kamis, 16 November 2017

Indosat Ooredoo Tempo Economic Digital Briefing 2017 Mendorong Pertumbuhan Eksponensial Ekonomi Digital di 2018

Jakarta, 16 November 2017 – Ekonomi digital saat ini semakin mewarnai perekonomian Indonesia. Langkah pemerintah untuk menyambut ekonomi digital ini tampak begitu serius. Pada Agustus 2017, peta perjalanan e-commerce dikeluarkan melalui Paket Kebijakan Ekonomi XIV. Potensi inilah yang mendorong Indosat Ooredoo bekerjasama dengan TEMPO menyelenggarakan Digital Economic Briefing dengan mengangkat tema “Menuju Visi 2020: Mendorong Pertumbuhan Eksponensial Ekonomi Digital di 2018”. Penyelenggaraan Indosat Ooredoo Tempo Economic Digital Briefing ini merupakan bagian dari komitmen Indosat Ooredoo pada ulang tahunnya yang ke-50, untuk terus mendukung pemerintah mewujudkan masyarakat ekonomi digital Indonesia.

Visi menjadi digital nation pada 2020, 1000 Startup dengan valuasi bisnis USD 10 miliar, pertumbuhan 50 e-commerce per tahun dan nilai transaksi USD 130 miliar menjadi target pemerintah. Target ini memerlukan effort yang lebih di tahun 2018 dibandingkan tahun sebelumnya. Tidak hanya pada e-commerce tetapi juga aplikasi dan mode digital lainnya yang berbasis kreativitas.

“Saya percaya saat ini kita di masa krusial. Sebagai bangsa yang ingin keluar dari sekadar sumber daya alam dan perlambatan di sektor manufaktur, saat ini kita harus masuk ke arena digital,” kata Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. Darmin memandang digital tidak hanya dari sisi kecepatan saja tetapi juga kemampuan kita untuk beradaptasi yang disebabkan oleh kemajuan digital. Tiga tahun terakhir, lanjut Darmin, penetrasi ekonomi digital mulai masuk dalam perekonomian nasional. “Perdagangan dan retail biasanya tumbuh 12,5% per tahun tapi tahun ini turun jadi 10,5% per tahun. Sedangkan retail melalui e-commerce tiga tahun terakhir tumbuh tiga puluh kali lipat,” kata Darmin saat menjadi pembicara kunci dalam Digital Economic Briefing 2017 di Jakarta (16 November 2017).

Dalam diskusi sesi pertama, terciptanya unicorn start up baru menjadi salah satu target dalam mewujudkan digital nation. Unicorn adalah start up dengan valuasi lebih dari USD 1 milyar. “Kami mendorong terciptanya Unicorn baru dengan enam rangkaian tahapan mulai ignitation, workshop, hackathon, bootcamp, hingga incubation,” kata Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Menurutnya perlu perubahan pemikiran dan perubahan untuk berpaling dari zona nyaman agar entrepreneur digital itu bisa berkembang pesat. “Kami siapkan sarana untuk start up bertemu dengan venture capital dari berbagai negara,” tambah Rudiantara.

“Peningkatan kualitas jaringan dan infrastruktur digital serta pemerataan digital adalah kunci untuk mewujudkan visi digital nation yang dicanangkan pemerintah,” kata Joy Wahyudi, President Director & CEO Indosat Ooredoo. “Kami terus berupaya menjadi pelopor dalam membangkitkan visi digital melalui banyak kegiatan seperti Indonesia Ooredoo Wireless Innovation Contest (IWIC) hingga inkubasi bisnis start up untuk membentuk ekosistem digital yang berkelanjutan. Kami juga terus mendorong berbagai upaya pemerataan akses digital dan menjembatani literasi digital ke berbagai wilayah di Indonesia.”

Sementara menurut Toriq Hadad, Presiden Direktur Tempo Media Grup, fenomena digitalisasi adalah keniscayaan yang harus dihadapi oleh semua industri. ”Lihat saja bagaimana Alibaba dalam semalam bisa membukukan penjualan seperenam dari APBN kita,” kata Toriq. Ini artinya, siap atau tidak Indonesia juga akan terkena gelombang digitalisasi di semua aspek kehidupan.

Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif dalam kesempatan diskusi tersebut mengatakan bahwa pihaknya mendukung terciptanya ekosistem pada aplikasi digital dan ekonomi kreatif lainnya. “Bekraf mengadakan developer day di 15 kota yang menjaring 11 ribu peserta. Ada 1300 produk digital yang dihasilkan,” katanya. Ekosistem, menurut Triawan, menjadi sangat penting karena disinilah kemampuan perusahaan rintisan dapat berjuang untuk menjadi besar. Ia mencontohkan bagaimana sekarang industri film nasional sudah beranjak naik karena di gedung bioskop Indonesia 40% film yang diputar adalah film nasional. “Return bagi investornya juga menarik bisa sampai 14%,” kata Triawan. Meski investor start up digital masih berkutat di angka return investasi 7% tetapi dengan skala yang besar, industri aplikasi digital bisa tumbuh luar biasa.

Pada sesi diskusi kedua, rektor UPH (Universitas Pelita Harapan) sekaligus mantan dirut Indosat era 1990-an, Jonathan L. Parapak menyoroti mengenai kesiapan sumber daya manusia terutama untuk menjadi entrepreneur. “Ini salah satu pekerjaan besar bagi kita termasuk ketika gelombang digital menerpa kita saat ini,” tambahnya. Perlu dukungan dari semua pihak agar talenta muda yang dihasilkan dapat berperan di industri baru ini.

Senada dengan pendapat Jonathan L. Parapak, menurut Achmad Zaky, founder Bukalapak yang kini jadi Unicorn baru, pihaknya kesulitan mendapatkan talenta baru. “Saya bahkan berani bilang kita darurat talent, karena akhirnya harus berpaling ke negara lain,” katanya. Padahal dengan potensi yang demikian besar, seharusnya revolusi gelombang keempat yang dihasilkan dari dunia digital bisa membawa Indonesia melangkah jauh lebih maju. Bahkan kalau perlu diarahkan dari pendidikan dasar untuk menjadi seorang programmer sehingga 15-20 tahun mendatang talenta yang memiliki kemampuan programming semakin melimpah. “Di saat itu Indonesia bisa memanfaatkan gelombang keempat revolusi dunia, bukan jadi penonton saja,” tambah Zaky.

Deva Rachman, Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo mengatakan forum ini dirancang dalam rangka ulang tahun ke 50 Indosat Ooredoo. “Usia ke 50 adalah angka yang penting yang menggambarkan perjalanan perusahaan kami menjadi perusahaan digital terdepan di Indonesia. Kami sadar, peran kami untuk mendukung program pemerintah yang akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi di masa yang akan datang ini.” Deva menambahkan bahwa menyambut baik dukungan pemerintah terhadap langkah Indosat Ooreoo untuk kegiatan ini dan berharap dapat terus bekerjasama untuk mewujudkan visi ekonomi digital pemerintah 2020.


Tentang Indosat Ooredoo
Indosat Ooredoo (IDX: ISAT), bagian dari Ooredoo Group, adalah perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia yang memberikan akses dan konektivitas kepada setiap orang dan bisnis. Berfokus pada human growth, Indosat Ooredoo ingin meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik melalui dunia digital.

Pada kuartal III tahun 2017, Indosat Ooredoo memiliki 97 juta pelanggan dan mencatatkan peningkatan trafik data sebesar 146,9% dibandingkan kuartal III tahun 2016. Didukung oleh lebih dari 4000 orang pegawai, Indosat Ooredoo berhasil mencapai pertumbuhan pendapatan data sebesar 38,7% terhadap periode yang sama tahun sebelumnya. Indosat Ooredoo menerima penghargaan sebagai Most Innovative Company of the Year tahun 2015 dari Asia Pacific Stevie Awards.

Tentang Ooredoo
Ooredoo adalah sebuah perusahaan komunikasi internasional yang beroperasi di Timur Tengah, Afrika Utara dan Asia Tenggara. Melayani konsumen dan bisnis di 10 negara, Ooredoo memberikan pengalaman data terdepan melalui berbagai konten dan layanan yang canggih, jaringan seluler dan data fixed-sentris.
Ooredoo melayani 138 juta pelanggan dan membukukan pendapatan USD 8,9 miliar pada tanggal 31 Desember 2016. Sahamnya tercatat di Bursa Efek Qatar dan Abu Dhabi Securities Exchange.

Rabu, 15 November 2017

Pelayanan Kesehatan "Berpacu dengan Digital"

“BPKN Menyambut baik dan optimis terhadap langkah yang diambil Pemerintah memanfaatkan Information Communication Technolofy (ICT) dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan”, ungkap Ardiansyah Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) sebagai ucapan selamat dalam acara Grand Launching Mobile JKN di Ballroom BPJS Kesehatan Jakarta, hari ini (15/11/17).

BPKN mencermati bahwa perkembangan Digital Health Care ke masa depan akan berkembang eksponensial dan membangun manfaat luas bagi kesehatan masyarakat, antara lain:

a) Semakin efisiennya biaya akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, Bahkan digital economy memungkinkan identifikasi DNA dengan cepat dan murah (dulu perlu US$ 2,7 milyar dengan waktu 13 tahun). Sekarang hanya US$ 1000 dengan waktu yang jauh sangat cepat. Artinya, informasi DNA sangat membantu mengefisienkan pemulihan kesehatan individu bersangkutan.
b) Meningkatkan efisiensi pembiayaan fasilitas kesehatan (RS), Memberdayakan dokter, bidan, rumah sakit, dan komunitas kesehatan berinteraksi antar mereka, dan satu dengan lain. Diagnosa dan Pemecahan kasus medis diantara dokter dan ilmuwan kesehatan.
c) Meningkatnya kualitas pengelolaan penyakit, Perangkat komputer, gadget dan mesin pencari (browser) semakin canggih dan meningkatkan akses masyarakat kepada (sampai batas tertentu) medical opinion, tanpa intervensi manusia. Saat ini beberapa gadget berkembang sebagai ‘doctor a second opinion, (diabetic dan insulin).
d) Mengurangi tingkat kekeliruan, menghemat waktu dan mengurangi limbah kesehatan, dengan adanya konektivitas data medis diantara komunitas kesehatan dan pasien. Mengurangi kunjungan pasien dan juga kunjungan dokter yang tidak semestinya.
e) Meningkatkan efektivitas pengelolaan obat-obatan. Biaya dan Logistik obatobatan menjadi lebih efektif dan hemat waktu. Selanjutnya, Ekonomi Digital membangun manfaat bagi dunia farmasi. Digitalisasi data kesehatan masyarakat dan hadirnya data genetik individu memungkinkan perusahaan farmasi berinovasi memproduksi obat-obat yang lebih efektif secara lebih efisien. Simulasi percobaan inovasi obat lebih cepat dengan keakuratan yang meningkat. Muaranya obatobatan dihasilkan menjadi lebih mudah diakses oleh masyarakat konsumen.

“Tak bisa dipungkiri bahwa teknologi informasi tersebut semakin memainkan peran signifikan dalam berbagai aspek kehidupan secara luas. Hal ini ditandai dengan semakin mudahnya akses informasi dari satu titik ke titik lainnya. Tentu ada Konsekuensi Digital Ekonomi Bagi Kehidupan Masyarakat”, jelas Ardiansyah di sela acara.

Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian antara lain:
a) Keamanan pelayanan kesehatan melalui artificial intelligent. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, dan tidak dapat dihindari, manusia harus memperoleh perlindungan dari kehadiran Artificial Intelligent.Perkembangan artifisial intelliegent tiada bisa dibendung dan akan mempengaruhi perkembangan dunia medis. Monitoring, dignosa dan tindakan medis akan “diintervensi” oleh dinamika artificial intelligent ini.
b) Lalu Lintas Data Medic/Kesehatan. Polarisasi antara Private Rights dan Public Rights semakin sempit, dan berkembangnya Virtual Rights. Hal mana berkonsekuensi terhadap status Privacy Right dari individu dan komunitas. Lalu lintas data dan informasi medis pasien. Apabila lalu lintas data dan informasi pasien tidak terkendali, dapat berakibat fatal secara medis maupun sosial bagi si pasien.

Ardiansyah menyampaikan “Dalam kehidupan bernegara, pemerintah memiliki fungsi memberikan berbagai pengaturan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai bidang. Kaitannya dalam bidang kesehatan, sudah tentu Memerlukan Pengaturan Yang Komprehensif Namun Adaptif”. Sebagai contoh...
1. Ekonomi digital mendorong penyesuaian pada berbagai perangkat hukum, termasuk perundang-undangan, untuk tetap mampu melindungi individu dan masyarakat.
2. Pengaturan yang kita buat harus mampu mengimbangi perkembangan digitalisasi aspek kehidupan. Oleh karena itu dalam penyusunan regulasi perlu paradigma baru khususnya terkait dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi di segala bidang.

Indonesia Bersiap hadapi Inovasi di Era Digital, payung hukum perlu disempurnakan untuk mengatur segala bentuk aktivitas konsumen. Beberapa anomali yang mungkin terjadi atas substansi dalam beberapa undang-undang, antara lain:

• UU Pelayanan Publik, dengan dinamika perubahan yang begitu cepat, pelayanan publik tidak akan bisa lagi dilakukan secara manual, sehingga menjadi salah satu faktor yang sangat dituntut dibenahi sesuai perkembangan teknologi agar masyarakat menjadi lebih terlayani.
• UU Kesehatan, karena jaminan perlindungan data privasi pasien perlu dinormatifkan dalam bentuk produk hukum. Dalam jangka pendek mematangkan pemanfaatan perkembangan teknologi komunikasi informasi, seperti mencari ruang perawatan yang bisa dilakukan terintegrasi untuk seluruh Rumah Sakit di wilayah/ regional tertentu dan kecepatan pelayanan Ambulance bagi masyarakat.
• UU Perlindungan Konsumen, karena Paradok perlindungan konsumen era now dalam pelayanan kesehatan digital menuntut konsumen lebih berhati hati memberikan data pribadi yang tidak relevan dengan pelayanan kesehatan. Oleh karenanya UUPK sebagai payung hukum yang mengatur bagaimana hak konsumen pengguna jasa layanan kesehatan mendapatkan kepastian hukum. Mampukah Pelayanan publik melalui jasa layanan digital memberikan akses keberlangsungan keamanan data privasi kesehatan dan akses pemulihan data pribadi konsumen.

“Tanpa perubahan tersebut, dinamika transaksi ekonomi yang seharusnya terjadi dengan kehadiran digital ekonomi akan terdistorsi, sebagai akibat timbulnya mistrust dalam transasksi masyarakat”, pungkas Ardiansyah sebelum meninggalkan tempat acara.

Selasa, 14 November 2017

Jadikan Pabrik Cikarang Basis Ekspor ke Eropa, Presiden Direktur Hankook Indonesia Raih Penghargaan The Popular CEO in Automotive Sector 2017

Jakarta, 14 November 2017 – Presiden Direktur PT Hankook Tire Indonesia, Kim Jae Hee, menerima penghargaan sebagai The Popular CEO in Automotive Sector dari Indonesia Best Foreign CEO 2017 Award. Apresiasi ini diberikan kepada CEO dan pimpinan berkewarganegaraan asing dari perusahaan-perusahaan terkemuka di tanah air, yang dinilai turut berkontribusi terhadap perkembangan positif perekonomian Indonesia.

Indonesia Best Foreign CEO 2017 Award merupakan ajang penghargaan tahunan yang diselenggarakan dengan tujuan untuk memberikan apresiasi kepada CEO dan pimpinan berkewarganegaraan asing yang dianggap memiliki reputasi baik dan berpengaruh bagi perekonomian Indonesia. Selain itu, ajang bergengsi ini juga bertujuan untuk memberikan inspirasi baik bagi warga negara Indonesia maupun asing untuk turut mencintai dan berkontribusi dalam pembangunan Indonesia.

Metode penyeleksian dilakukan melalui desk research dan quantitative research untuk mendapatkan data sekunder dan primer yang digunakan dalam riset Best Foreign CEO 2017 Award. Dari hasil desk research, diperoleh 100 nama-nama CEO dan pimpinan berkewarganegaraan asing terpilih yang dinilai lebih lanjut melalui riset media monitoring. Dalam proses ini, nama-nama CEO dan pimpinan tersebut dilacak melalui berbagai berita sehingga informasi terkait popularitas dan kinerja dapat diperoleh.

Kim Jae Hee merupakan warga negara Korea yang telah bergabung dengan Hankook Tire sejak tahun 1987. Dengan lebih dari 29 tahun pengalamannya di Hankook Tire, Kim Jae Hee membuktikan kredibilitasnya dalam memimpin Hankook Tire Indonesia untuk menjadi salah satu pabrik Hankook Tire terbaik di dunia. Sebelum menduduki jabatannya saat ini, Kim Jae Hee telah berkontribusi dalam bidang Inovasi Produksi, Sistemisasi & Automasi Proses Produksi, dan Modernisasi Pabrik. Beliau juga memiliki pengalaman dalam bidang Manufacturing Technology, Machinery Design of Engineering, and New Plant Construction. Keahliannya membawa Hankook Tire Indonesia tumbuh dengan pesat. Hankook Tire Indonesia yang berlokasi di Cikarang telah menjadi basis ekspor Hankook Tire untuk wilayah Eropa dan Timur Tengah.


Tentang Hankook Tire:

Hankook Tire (Vice Chairman & CEO: Seung-Hwa Suh) adalah salah satu dari 5 perusahaan ban terkemuka dalam sektor produksi ban massal dunia. Hankook Tire memiliki dedikasi untuk memimpin industri ban dengan beragam inovasi dengan keunggulan teknologinya yang telah terbukti. Perusahaan ini menawarkan produk-produk terbaik yang memenangkan penghargaan melalui lima pusat Penelitian dan Pengembangan (R&D centers) dan tujuh fasilitas produksi di seluruh dunia. Perusahaan juga berkomitmen untuk secara aktif berinvestasi dalam mengembangkan kemampuan dasarnya yang memungkinkan perusahaan untuk memberikan kepuasan berkendara maksimal bagi pelanggan. Hankook Tire menghasilkan ban-ban radial berperforma tinggi dengan kualitas unggul, mobil penumpang, kendaraan berpenggerak 4 roda, SUV, truk kecil, mobil rekreasi, truk besar, bis dan kendaraan balap atau motorsport. Hankook Tire saat ini mempekerjakan sekitar 22,000 orang di seluruh dunia, dengan produk-produk yang tersedia di lebih dari 180 negara.

Senin, 13 November 2017

Produsen Otomotif Nasional Siap Produksi Kendaraan Listrik

Sejumlah produsen otomotif di Indonesia telah siap memproduksi kendaraan listrik untuk memenuhi kebutuhan konsumen serta mengikuti tren masa depan. Hal ini sesuai dengan peta jalan yang disusun Kementerian Perindustrian dalam pengembangan industri otomotif nasional, di mana salah satunya fokus mendorong produksi kendaraan beremisi karbon rendah atau low carbon emission vehicle (LCEV).

“Pengembangan teknologi hybrid atau electric vehicle pada kendaraan ini diharapkan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sekaligus juga mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM),” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika acara Test Drive Mobil Listrik Nissan Note e-POWER di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Senin (13/11).

Menperin menjelaskan, diversifikasi BBM ke arah bahan bakar gas, bahan bakar nabati, atau tenaga listrik sebagai jawaban atas kebutuhan energi di sektor transportasi. Produksi dan penggunaan bahan bakar alternatif ini secara langsung dapat pula menghasilkan aktivitas dan manfaat ekonomi yang inklusif, terutama di daerah yang kaya akan sumber energi tersebut.

Tentunya produksi kendaraan dengan jenis bahan bakar atau penggerak yang lebih ramah lingkungan, menjadi tujuan ke depannya dari pemerintah dan diharapkan dapat dikembangkan industri otomotif dalam negeri,” paparnya.

Airlangga menyatakan, pemerintah menargetkan pada tahun 2025 sekitar 25 persen atau 400 ribu unit kendaraan LCEV sudah masuk pasar Indonesia. “Dalam roadmap yang kami kembangkan, LCEV didorong melalui berbagai tahapan,” tuturnya.

Kendaraan hybrid menjadi salah satu tahapannya, karena saat ini infrastruktur untuk stasiun pengisi tenaga listrik belum tersedia. Mobil ini bisa menggunakan dua sumber energi, BBM dan listrik. Untuk itu, produsen perlu lebih memperkenalkan kepada konsumen terhadap teknologi yang diterapkannya.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan mengungkapkan, Indonesia merupakan pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara. Pada tahun 2016, industri otomotif dalam negeri memproduksi sebanyak 1,1 juta unit mobil.

“Aktivitas usaha sektor otomotif mulai dari sektor hulu yang meliputi industri bahan baku dan industri perakitan kendaraan bermotor hingga sektor hilir seperti jasa purna jual dan pembiayaan, sangat besar kontribusinya terhadap perekonomian nasional,” tegasnya. Oleh karena itu, industri otomotif menjadi salah satu sektor yang diprioritaskan pengembangannya sesuai Kebijakan Industri Nasional.

Menurut Putu, dengan kapasitas produksi nasional sebesar 2,2 juta unit mobil per tahun, industri otomotif dalam negeri perlu memaksimalkan potensi tersebut agar memiliki daya saing yang lebih tinggi. Potensi kapasitas produksi ini dapat dimaksimalkan untuk pengembangan produksi kendaraan LCEV serta menggunakan platform yang memenuhi kebutuhan domestik sekaligus permintaan pasar ekspor ke seluruh dunia

“Peningkatan pada utilisasi kapasitas produksi industri dalam negeri, investasi baru dan perluasan, transfer teknologi, penyerapan tenaga kerja, serta Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) merupakan tujuan yang harus kita wujudkan bersama,” ujarnya.

Insentif fiskal
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, yang terpenting bagi produsen otomotif nasional saat ini dalam upaya mempercepat pengembangan dan komersialisasi kendaraan listrik adalah pemberian insentif fiskal. Selain diyakini mampu memacu daya saing produksi lokal di kancah internasional, insentif fiskal ini diharapkan dapat pula membuat harga jual bisa terjangkau oleh kosumen di Indonesia.

“Sekarang para manufaktur sudah punya teknologinya, tinggal diberi insentif. Kalau tanpa insentif, harga mobil listrik bisa lebih mahal 30 persen daripada mobil biasa, karena menggunakan dua engine,” jelasnya.

Menurut Airlangga, pihaknya telah melakukan koordinasi dan pembahasan dengan Kementerian Keuangan terkait pemberian fasilitas insentif tersebut. “Kami berharap bisa segera diselesaikan hingga akhir tahun ini,” ujarnya.

Insentif ini dapat diberikan secara bertahap disesuaikan dengan komitmen pendalaman manufaktur yang telah diterapkan di beberapa sektor industri. “Misalnya, insentif diberikan karena membangun pusat penelitian dan pengembangan untuk komponen motor listrik, baterai, dan power control unit, serta peningkatan penggunaan komponen lokal,” sebut Airlangga.

Oleh karena itu, Kemenperin mendorong agar produsen otomotif di Indonesia aktif melakukan riset dalam pengembangan energi alternatif bagi kendaraan. Misalnya, pemanfaatan pada minyak kelapa sawit dan rumput laut. “Penggunaan bahan bakar biofuel itu menjadi salah satu riset yang harus dilakukan. Apalagi, Indonesia sebagai produsen sawit terbesar di dunia,” imbuhnya.

Airlangga mencontohkan, di Jepang sudah dijual kendaraan yang berbasis tenaga hidrogen. Teknologi ini semestinya pun bisa diterapkan di Indonesia karena sektor manufaktur di dalam negeri, seperti pabrik pupuk sudah mempunyai kemampuan untuk menghasilkan gas hidrogen melalui proses gasifikasi batubara. “Kendaraan Ini emisinya juga hampir nol, buangannya dalam bentuk H2O atau air,” ucapnya.

Menperin memberikan apresiasinya kepada PT Nissan Motor Indonesia yang telah mengembangkan mobil listrik Nissan Note e-POWER. Bahkan, Airlangga sempat melakukan test drive mobil tersebut. “Tenaganya powerful karena engine full electric vehicle (EV). Tadi coba sampai kecepatan 80 km/jam.  Kalau dari sisi otomotifnya sudah layak, apalagi dengan EV yang emisinya lebih rendah tentu pemerintah akan dukung,” paparnya.

President Director PT Nissan Motor Indonesia Eiichi Koito mengatakan, sistem penggerak motor listrik atau e-POWER dari Nissan merupakan solusi inovatif untuk mulai memperkenalkan kendaraan bertenaga listrik di Indonesia.

“Nissan menciptakan standar baru dalam pasar kendaraan zero emission melalui kehadiran Nissan LEAF. Teknologi e-POWER akan menjadi jembatan ideal dalam perubahan penggunaan mobil berbahan bakar bensin dan solar menjadi kendaraan listrik seutuhnya. Ini untuk mendukung rencana pemerintah Indonesia terkait elektrifikasi,” terangnya.

Koito menuturkan e-POWER pertama kali diperkenalkan di Jepang pada tahun 2016. “Sistem penggerak elektriknya diadaptasi dari teknologi Nissan LEAF, yang merupakan kendaraan listrik terlaris di dunia,”jelasnya.

Jumat, 10 November 2017

Menperin Apresiasi Pengembangan Pesawat N219

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan apresiasi kepada PT Dirgantara Indonesia (PTDI) serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang bekerja sama dalam membangun Pesawat N219.Karya anak bangsa ini akan digunakan untuk moda transportasi penyambung tol laut guna mengangkut logistik dan penumpang yang tinggal di daerah pedalaman.

Pengembangan pesawat ini sejalan dengan program pemerintah yang tertuang dalam Nawacita,” kata Menperin pada upacara Pemberian Nama Pesawat Terbang N219 di Base Ops Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (10/11).

Pesawat bermesin dua dengan kapasitas 19 penumpang ini diberi nama Nurtanio oleh Presiden Joko Widodo. Nurtanio diambil dari nama perintis industri pesawat terbang Indonesia, Laksamana Muda (Anumerta) Nurtanio Pringgoadisuryo.

Airlangga menjelaskan, pengembangan pesawat N-219 merupakan program nasional yang melibatkan peran beberapa kementerian, lembaga dan BUMN. Tujuannya untuk menciptakan pesawat udara jarak menengah dalam rangka membangun konektivitas dan memobilisasi daerah-daerah terluar, terpencil, dan tertinggal, serta mempertahankan penguasaan teknologi kedirgantaraan.

“Dalam pelaksanaan proyeknya, Kemenperin juga berperan dalam pengembangan industri komponen pesawat,” ujarnya. Hal ini sejalan untuk mewujudkan kemandirian industri kedirgantaraan nasional, dengan upaya Kemenperin yang telah memfasilitasi terbentuknya Asosiasi Industri Pesawat dan Komponen Pesawat atau Indonesia Aircraft and Component Manufacturer Association (INACOM).

Para anggota asosiasi tersebut, terdiri dari berbagai sektor industri seperti industri baja, karet, plastik, dan polyurethane serta lembaga riset dan konsultan. Di sektor jasa perawatan dan perbaikan pesawat, Kemenperin juga memfasilitasi berdirinya Indonesia Aircraft Maintenance Services Association (IAMSA), salah satu anggotanya adalah PT. Garuda Maintenance Facility (GMF).

Menperin menegaskan, sinergi antar pemangku kepentingan dalam pengembangan Pesawat N219 sangat penting. “Sesuai yang disampaikan Bapak Presiden, kita tidak perlu ribut-ribut. Yang penting adalah kerja. Dan, inilah bukti dari hasil kerja putra-putri bangsa kita yang akan terus dilanjutkan hingga generasi anak-anak kita nanti,” paparnya.

Pengembangan prototipe pesawat N-219 dimulai pada 2013 dan saat ini sedang menjalani beberapa test uji kelaikan untuk mendapatkan Type certificate.Sertifikat kelaikan udara dari desain manufaktur pesawat untuk N219 ini akan dikeluarkan oleh Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara, Kementerian Perhubungan.

PTDI akan menyiapkan dua purwarupa pesawat N219 untuk uji terbang hingga mencapai 300 Flight Hours dan dua purwarupa lainnya untuk dilakukan fatigue test, flight test development dan flight test certification yang membutuhkan 3000 cycle fatigue test untuk mendapatkan Type Certificate di tahun 2018.

Selanjutnya dimulailah tahapan serial production untuk mendapatkan Production Certificate, sehingga pada tahun 2019 nanti, pesawat pertama N219 sudah siap dan laik untuk memasuki pasar, dengan prioritas memenuhi kebutuhan dalam negeri dengan harga yang kompetitif.

Kemenperin akan mendukung pengembangan pesawat N219 Amphibi. Beberapa dukungan yang bakal dilakukan, di antaranya membuat regulasi, menyiapkan industri pendukung (komponen dan MRO), sosialisasi dan promosi, fasilitasi pembiayaan ekspor, pengembangan komponen yang dibutuhkan, serta dukungan fasilitas lainnya.

Sebelumnya, Menteri Airlangga menjelaskan, industri penerbangan dalam negeri terus berkembang dan mengalami  pertumbuhan yang cukup signifikan. Hal ini diindikasikan dengan kenaikan jumlah lalu lintas udara, baik penumpang maupun untuk arus barang.

“Pertumbuhan jumlah penumpang udara domestik meningkat rata-rata 15 persen per tahun selama 10 tahun terakhir, sedangkan jumlah penumpang udara internasional hingga naik sekitar 8 persen dan Indonesia adalah merupakan negara terbesar ke-3 di Asia dalam pembelian pesawat udara setelah China dan India,” tuturnya.